JAKARTA (8 Juli) – Wakil Ketua Komisi D DPRD Jakarta, Nova Harivan Paloh menyoroti sejumlah wilayah di Jakarta yang tergenang banjir akibat curah hujan tinggi. Menurutnya, penganggulangan banjir di Jakarta bukan hanya dilihat dari hulu saja tetapi juga dengan melihat intensitas curah hujan yang tinggi.
“Problematik kita sepertinya bukan hanya dari wilayah hulu saja seperti banjir kiriman, tetapi memang kita alami dengan hujan dengan intensitas yang tinggi atau dengan curah hujan yang lama 1 hingga 2 jam masih bisa menyebabkan banjir,” jelas Nova Paloh, Senin (8/7/2024).
Nova menambahkan, banjir yang terjadi di Jakarta juga terjadi karena adanya program-program kewilayahan yang tidak berjalan dengan baik.
“Ada beberapa program-program kewilayahan juga yang tidak berjalan dengan baik atau terelasisasi terkait dengan istilahnya reservoir air atau mungkin waduk, atau yang lain terkait dengan proses normalisasi, dan salur-saluran yang belum direvitalisasi,” ungkapnya.
Legislator NasDem ini mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta harus benar-benar masif dan berkonsentrasi dalam mencari solusi terkait beberapa titik yang masih rawan tergenang banjir.
“Kita harus masif dan berkonsentrasi misal tahun 2025 terkait beberapa titik yang masih tergenang banjir itu harus ada solusinya, kalau yang saya lihat ada 48 RT yang terdampak banjir, nah yang dari 48 RT ini kita data karena kita harus bikin mitigasi masalah dalam mengatasi banjir,” katanya.
Selain peran pemerintah dalam mengatasi banjir, Nova juga mengimbau masyarakat untuk aktif dalam mengatasi permasalahan banjir. Misalnya saat kegiatan Musrembang harus aktif terkait pengajuan kepada kelurahan atau kecamatan, atau memberikan pengajuan kepada dewan ketika mengadakan reses.
“Saya rasa masyarakat itu harus aktif dalam Musrembang atau aktif terkait pengajuan kepada kelurahan dan kecamatan terkait dengan permasalahan banjir di wilayah-wilayahnya, atau bisa juga menyampaikan dalam forum reses anggota dewan untuk ditindaklanjuti, supaya permasalahan di wilayahnya cepat selesai,” imbuhnya.
Sebelumnya, hujan deras mengguyur wilayah Jabodetabek sejak siang hari menyebabkan genangan di beberapa wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 48 RT di wilayah Jakarta tergenang banjir akibat curah hujan tinggi. (FDI/FM)