JAKARTA (21 November) – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, mengapresiasi langkah Gubernur Pramono dan jajaran Pemprov DKI Jakarta yang kembali menyampaikan perkembangan APBD 2025 secara terbuka kepada publik. Menurutnya, transparansi seperti ini adalah fondasi penting untuk menjaga akuntabilitas dan memastikan penggunaan anggaran benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.
“Saya mengapresiasi komitmen Pak Gubernur Pramono yang terus menghadirkan keterbukaan dalam pengelolaan APBD. Data realisasi sampai Oktober dan update hingga 20 November menunjukkan pergerakan yang positif, terutama pendapatan daerah yang sudah mencapai 81%. Ini langkah maju untuk Jakarta,” ujar Wibi, Jumat (21/11/2025).
Dalam paparan Pemprov, realisasi belanja daerah tercatat 55,78% per Oktober dan meningkat menjadi 60,46% per 20 November. Wibi menilai capaian tersebut menunjukkan adanya progres, namun tetap memerlukan percepatan mengingat tahun anggaran yang segera berakhir.
“Penyerapan belanja harus terus digenjot agar program-program yang sudah dirancang bisa memberikan manfaat langsung kepada warga. Ini bukan sekadar angka, ini soal pelayanan yang ditunggu masyarakat. Saya yakin dengan kepemimpinan Pak Gubernur, percepatan ini bisa dilakukan,” tegasnya.
Pemprov juga melaporkan surplus Rp14,43 triliun serta SiLPA Rp18,08 triliun. Wibi memandang angka surplus besar merupakan bukti kehati-hatian Pemprov dalam menjaga fiskal, namun ia mendorong agar ruang fiskal tersebut segera diterjemahkan menjadi eksekusi program yang lebih cepat dan tepat sasaran.
“Kami melihat Pemprov sangat berhati-hati dalam menjaga fiskal. Itu positif. Ke depan, ruang fiskal yang besar ini bisa jadi modal kuat untuk mempercepat layanan publik. Warga tidak hanya melihat surplus, tetapi menantikan hasil kerja nyata,” jelasnya.
Beberapa program strategis Pemprov seperti transportasi, penanggulangan banjir, penyediaan hunian, dan energi baru terbarukan masih memiliki ruang peningkatan. Wibi menilai itu hal wajar dalam proses pembangunan kota besar, dan DPRD siap mendukung Pemprov mempercepat penyelesaiannya.
“Agenda-agenda besar seperti banjir, sampah, transportasi, dan ruang hijau adalah pekerjaan jangka panjang. Kami di DPRD siap mengawal dan mendukung setiap langkah Pemprov untuk mempercepat realisasinya,” katanya.
Terkait Tingkat Pengangguran Terbuka yang menurun menjadi 6,05%, Wibi menilai hal ini menunjukkan arah kebijakan ekonomi Pemprov mulai membawa hasil. Ia mendorong Pemprov untuk melanjutkan upaya penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kompetensi warga agar angka tersebut terus menurun.
“Penerimaan pajak yang naik dan PAD yang solid juga harus berbanding lurus dengan kualitas layanan publik, terutama air bersih, transportasi, pendidikan, dan pengendalian banjir. Saya melihat Pemprov sudah berada di jalur yang tepat,” ujarnya.
Sebagai penutup, Wibi menegaskan dukungan penuh DPRD terhadap upaya Gubernur Pramono untuk menutup tahun anggaran dengan eksekusi yang lebih cepat dan efektif.
“Prinsipnya, kami mendukung penuh langkah Pak Gubernur Pramono untuk memastikan APBD benar-benar hadir sebagai manfaat bagi warga. Transparansi sudah berjalan baik, sekarang tinggal kita kawal bersama percepatan eksekusi agar hasilnya dirasakan seluruh masyarakat Jakarta,” pungkas Wibi. (FM)