JAKARTA (11 Februari) – Warga Kelurahan Kamal, Jakarta Barat, masih harus berhadapan dengan genangan air akibat banjir rob yang terjadi hampir sepanjang waktu selama bertahun-tahun. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas warga dan menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas lingkungan permukiman.
Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai NasDem, Gias Kumari Putra, mengatakan genangan yang dialami warga di wilayah RT 3 RW 3 Kelurahan Kamal bahkan telah berlangsung sekitar lima tahun tanpa penanganan menyeluruh.
“Ini contoh misalnya ada di Kelurahan Kamal RT 3 RW 3. Bayangkan, lima tahun warga tidak pernah melihat wilayahnya benar-benar bebas dari genangan air, meskipun hanya setinggi semata kaki,” kata Gias saat rapat koordinasi Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta di Ruang Rapat Lantai 9, DPRD DKI Jakarta, Selasa (10/02/2026).
Menurut Gias, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya wilayah permukiman, khususnya di kawasan pesisir Jakarta, yang belum mendapatkan penanganan optimal dari Dinas SDA.
“Persoalannya, masih ada wilayah di ujung-ujung Jakarta yang belum tersentuh penanganan secara maksimal,” jelasnya.
Selain persoalan genangan air, Gias juga menyoroti belum terealisasinya aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui kegiatan reses DPRD. Ia menyebutkan, dari hasil reses tahun 2025, terdapat 76 aspirasi masyarakat yang hingga kini belum mendapatkan tindak lanjut.
“Dari reses tahun 2025 yang sudah kami sampaikan, ada 76 aspirasi masyarakat, dan sampai hari ini belum ada yang terealisasi,” ungkapnya.
Ia berharap rapat koordinasi tersebut dapat menjadi momentum percepatan tindak lanjut terhadap berbagai persoalan lapangan. Menurutnya, langkah konkret seperti pengerukan saluran air dan penataan sistem drainase perlu segera dilakukan agar dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat.
“Pertemuan hari ini saya berharap bisa menjadi atensi bersama. Minimal ada koordinasi cepat untuk penanganan seperti pengerukan, sehingga ada langkah nyata yang bisa segera dikerjakan di lapangan,” tutup Gias. (FM)