JAKARTA (12 Februari) – Program pelatihan kewirausahaan Jakpreneur dinilai perlu lebih adaptif agar mampu menjawab kebutuhan peningkatan ekonomi masyarakat Jakarta. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, menilai pembatasan akses pelatihan bagi peserta berpotensi menghambat pengembangan usaha warga.
Menurut Wibi, sejumlah warga menyampaikan keinginan untuk mengikuti lebih dari satu jenis pelatihan keterampilan guna memperluas peluang usaha. Namun, sistem pelatihan Jakpreneur saat ini dinilai belum memberikan ruang fleksibilitas bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan di berbagai bidang.
“Hari ini kita mendengarkan aspirasi warga yang meminta adanya pelatihan tambahan. Program pelatihan Jakpreneur sebenarnya sudah tersedia, tetapi ketika peserta sudah mengikuti satu modul, mereka tidak bisa mengikuti modul lainnya. Ini yang perlu kita evaluasi,” ujar Wibi, usai menggelar kegiatan reses di Pondok Labu, Jakarta Selatan, Selasa (11/02/2026).
Wibi menilai, semangat pemberdayaan ekonomi masyarakat harus diiringi dengan sistem pelatihan yang adaptif dan berkelanjutan. Menurutnya, masyarakat perlu diberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan sesuai minat dan kebutuhan usaha yang terus berkembang.
“Jangan dibatasi hanya pada satu kemampuan. Kalau hari ini peserta belajar kuliner, kemudian ingin belajar menjahit atau bidang usaha lain, seharusnya hal tersebut bisa difasilitasi,” jelasnya.
Ia mengatakan pengembangan modul pelatihan menjadi penting untuk memperkuat daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jakarta. Dengan keterampilan yang beragam, masyarakat dinilai akan lebih siap menghadapi dinamika pasar serta tantangan ekonomi ke depan.
Menurut Wibi, program Jakpreneur memiliki peran strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Karena itu, evaluasi dan inovasi program pelatihan perlu dilakukan agar manfaat pemberdayaan ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan.
“Dengan kemampuan yang lebih beragam, peluang usaha masyarakat akan semakin terbuka. Program pemberdayaan ekonomi harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga Jakarta,” tutup Wibi Andrino. (DT/FM)