JAKARTA (25 Februari) – Pemandangan beton sisa proyek monorel yang mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, kini tinggal kenangan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan seluruh tiang tersebut telah dipotong dan dirapikan.
Momentum bersih-bersih ini disambut positif oleh Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino. Ia menilai hilangnya tiang-tiang tersebut harus menjadi titik awal transformasi koridor Kuningan menjadi kawasan yang lebih estetik dan fungsional.
Wibi menekankan bahwa penataan ulang tidak boleh hanya sekadar memuluskan aspal bagi kendaraan bermotor. Ia mendorong konsep pembangunan yang lebih “manusiawi”, dengan rincian aspirasi.
“Fokus utamanya bukan hanya kelancaran kendaraan, namun juga pada kualitas ruang publik mulai dari trotoar yang lebih lebar dan ramah disabilitas, jalur sepeda yang aman, penambahan ruang hijau dan peneduh, hingga pencahayaan serta sistem drainase yang baik,” ujar Wibi dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026).
Sebagai salah satu pusat bisnis (CBD) utama di Jakarta, Rasuna Said dianggap sebagai wajah ibu kota di mata internasional.
“Rasuna Said adalah etalase kawasan bisnis Jakarta. Penataannya harus mencerminkan kota global yang nyaman, tertib, dan berorientasi pada pejalan kaki serta transportasi publik,” terangnya. (EP/FM)