JAKARTA (13 Maret) – Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi NasDem, Riano P. Ahmad, menilai pendekatan teman sebaya dalam Program Prabu (Pelajar Duta Tramtibum) Jakarta efektif untuk menekan praktik bullying dan tawuran pelajar di lingkungan sekolah.
Program Prabu Jakarta merupakan inisiatif Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta yang melibatkan pelajar sebagai duta ketertiban. Para siswa yang terlibat dalam program ini berperan memberikan edukasi sekaligus mengingatkan rekan-rekannya mengenai pentingnya menjaga ketertiban dan menghindari perilaku berisiko.
Menurut Riano, pendekatan yang dilakukan oleh teman sebaya lebih mudah diterima oleh pelajar karena mereka berada dalam lingkungan pergaulan yang sama.
“Edukasi dari teman sebaya lebih mudah diterima karena mereka hidup dalam lingkungan pergaulan yang sama,” kata Riano, Jumat (13/3/2026).
Riano menjelaskan para pelajar yang terlibat dalam program tersebut telah mendapatkan pembekalan terkait komunikasi serta pencegahan perilaku berisiko.
“Kalau guru yang menegur, siswa sering merasa takut. Pendekatan sebaya jauh lebih cair,” ujarnya.
Menurut dia, interaksi sehari-hari antar siswa memungkinkan pengawasan berjalan lebih cepat dalam merespons potensi kenakalan remaja, terutama di luar jangkauan guru.
“Teman sebaya bisa langsung mengingatkan karena mereka berinteraksi setiap hari,” kata Riano.
Program Prabu Jakarta saat ini telah memasuki angkatan ketiga dengan melibatkan 1.005 pelajar dari 40 SMA dan SMK negeri di Jakarta. Riano menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar perubahan perilaku pelajar dapat terbentuk secara konsisten.
“Pencegahan harus berkesinambungan supaya dampaknya terasa,” tegasnya.
Komisi A DPRD DKI Jakarta berharap pendekatan tersebut dapat diperluas agar sekolah di seluruh wilayah Jakarta memiliki ekosistem yang aman, tertib, dan mendukung perkembangan pelajar. (*/FM)