JAKARTA (06 April) – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino menegaskan perlunya penentuan skala prioritas dalam perencanaan pembangunan Jakarta Selatan, di tengah keterbatasan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah. Ia menilai, berbagai isu strategis seperti banjir, kemacetan, ruang terbuka hijau (RTH), dan kualitas lingkungan harus disusun dalam perencanaan yang terintegrasi.
“Harus menjadi satu perencanaan yang komprehensif,” ujar Wibi, saat menghadiri sidang kelompok Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Jakarta Selatan, Senin (6/4/2026).
Menurut dia, tidak seluruh usulan pembangunan dapat direalisasikan dalam waktu bersamaan. Karena itu, diperlukan penentuan skala prioritas agar program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kita paham kondisi fiskal Jakarta yang terbatas. Karena itu, kita harus bisa melihat mana yang paling prioritas,” jelas legislator NasDem tersebut.
Wibi menambahkan, DPRD DKI Jakarta akan terus mengawal seluruh usulan Musrenbang, termasuk yang hingga kini belum terealisasi.
“Usulan Musrenbang yang terabaikan itu juga tetap kita kawal,” tegasnya.
Ia menekankan, aspirasi masyarakat yang dihimpun dari tingkat bawah harus menjadi dasar dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
“Aspirasi dari bawah yang harus kita jaga bersama,” ucap Wibi.
Menurut dia, penentuan prioritas menjadi kunci agar pembangunan dapat memberikan dampak nyata, terutama dalam mengatasi persoalan banjir dan kemacetan yang berpengaruh langsung terhadap perekonomian serta kualitas hidup warga Jakarta Selatan. (*/FM)