JAKARTA (09 April) – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino menyoroti persoalan pengelolaan sampah di Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, yang dinilai kian mendesak akibat keterbatasan fasilitas dan kebijakan pengangkutan.
Wibi mengungkapkan, Cilandak saat ini tidak memiliki tempat pembuangan sementara (TPS) sebagai lokasi transit sampah. Kondisi tersebut diperparah dengan pembatasan ritase pengiriman sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.
“Di Cilandak tidak ada tempat transit sampah. Akibat adanya pengurangan ritase, terjadi penumpukan sampah yang mengendap di truk-truk bermuatan penuh. Ini berbeda dengan kecamatan lain yang memiliki TPS sebagai lokasi transit,” ujar Wibi, saat rapat koordinasi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, UPT Bantar Gebang, serta jajaran camat dan lurah se-Cilandak, Kamis (9/4/2026).
Sebagai langkah jangka pendek, DLH akan melakukan pengalihan kuota ritase dari wilayah lain untuk membantu pengangkutan sampah di Cilandak. Namun, Wibi menilai solusi tersebut belum menyentuh akar persoalan. Ia menekankan pentingnya penanganan dari hulu melalui pemilahan sampah di tingkat masyarakat.
Menurut dia, implementasi Peraturan Gubernur Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Lingkungan RW belum berjalan optimal.
”Kenapa hingga saat ini belum berjalan? Karena di dalam Pergub belum ada sanksi tegas bagi warga maupun pihak swasta yang abai dalam pemilahan sampah,” tegasnya.
Legislator NasDem ini menyatakan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meninjau kembali regulasi tersebut, termasuk kemungkinan penambahan sanksi bagi pelanggar. Selain itu, Wibi juga mendorong pemberian insentif bagi masyarakat guna meningkatkan partisipasi dalam pemilahan sampah.
Ia menargetkan pengelolaan sampah berbasis wilayah melalui program “satu RW satu bak sampah” yang terstandarisasi.
“Yang paling efektif adalah sampah yang dikirim ke Bantar Gebang itu tinggal residunya saja. Sampah sudah harus terpilah mana organik dan non-organik di tingkat RW, tidak dicampur seperti sekarang,” imbuhnya. (EP/FM)