JAKARTA (12 April) – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, menilai Peraturan Daerah (Perda) tentang pelestarian budaya Betawi masih perlu diperkuat agar mampu menjadikan budaya Betawi sebagai trendsetter di tengah kehidupan masyarakat Jakarta. Menurutnya, pendekatan yang lebih inovatif dan “out of the box” dibutuhkan, terutama melalui kolaborasi lintas budaya yang mencerminkan Jakarta sebagai kota melting pot.
“Perda yang ada saat ini masih belum cukup kuat untuk mendorong budaya Betawi menjadi trendsetter. Kita butuh kolaborasi mix culture, karena Jakarta adalah tempat berhimpunnya berbagai budaya, baik lokal maupun internasional,” ujar Wibi, saat menghadiri acara Lebaran Betawi di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2026).
Wibi mengatakan, budaya Betawi harus mampu bertransformasi agar lebih dekat dengan generasi muda. Ia mencontohkan, sejumlah negara mampu mengembangkan budaya lokal melalui kolaborasi dengan budaya global, sehingga menciptakan daya tarik baru yang lebih luas.
“Budaya Betawi harus bertransformasi supaya anak-anak muda Jakarta bisa lebih mengenal dan bangga dengan identitasnya, seperti di Korea, Jepang, atau Amerika, ketika budaya lokal dikolaborasikan dengan budaya lain, justru melahirkan kekuatan baru,” lanjutnya.
Legislator NasDem ini juga mendorong hadirnya ruang-ruang ekspresi yang inklusif, agar budaya Betawi tidak hanya ditampilkan secara konvensional, tetapi juga dikemas secara modern.
“Bisa melalui rap Betawi, kolaborasi dance Betawi dengan budaya lain, atau bentuk kreatif lainnya. Ini akan menciptakan daya tarik tersendiri, termasuk dari sisi pariwisata,” jelasnya.
Menurutnya, dengan pendekatan tersebut, budaya Betawi berpotensi menjadi identitas yang kuat dan menarik, baik bagi wisatawan lokal maupun internasional.
“Ke depan, kita ingin Betawi dilihat sebagai identitas yang keren, yang bisa dibanggakan dan ditampilkan dengan gaya masing-masing oleh masyarakat Jakarta,” tutup Wibi. (MAP/FM)