JAKARTA (23 Oktober) – Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi NasDem, Imamuddin, menyoroti sejumlah persoalan pelayanan kesehatan di wilayah Kebon Bawang dan Pademangan dalam rapat kerja bersama Dinas Kesehatan DKI Jakarta.
Ia mengungkapkan, dari tiga Puskesmas di Kebon Bawang, hanya dua yang saat ini aktif beroperasi. Sementara satu Puskesmas lainnya masih belum difungsikan meski sempat dikunjungi Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu lalu.
“Ada tiga Puskesmas di Kebon Bawang, tapi yang aktif cuma dua. Yang satu itu dulu sudah pernah dikunjungi juga oleh Pj Gubernur, tapi sampai sekarang saya dengar belum aktif. Saya harap ini bisa segera diurai dan diaktifkan kembali,” ujar Imamuddin, Rabu (22/10/2025).
Selain masalah operasional, Imamuddin juga menyoroti kondisi peralatan medis di sejumlah Puskesmas yang dinilai sudah tidak layak pakai. Ia meminta Dinas Kesehatan segera melakukan peremajaan alat kesehatan agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
“Saya mohon agar alat-alat kesehatan yang sudah lama dianggarkan kembali untuk diperbaharui, supaya alatnya tepat dan tidak salah dalam penggunaannya,” tambahnya.
Legislator NasDem itu juga menyoroti keterbatasan lahan parkir di beberapa Puskesmas, khususnya di Pademangan Barat. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya percepatan pembangunan Puskesmas Induk Pademangan dengan fasilitas yang lebih lengkap.
“Tempat parkir di Puskesmas Pademangan Barat itu sudah tidak memungkinkan lagi. Jadi saya rasa tidak ada kata lain selain segera dibuat Puskesmas Induk di Pademangan. Ini sudah pernah kita bahas dan diharapkan bisa menjadi percontohan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Imamuddin juga memberikan catatan kepada Biro Kesejahteraan Sosial dan Kesehatan (Kesos dan Kes) agar kebijakan efisiensi anggaran tidak sampai menurunkan mutu pelayanan kesehatan.
“Harapan saya, dengan adanya efisiensi anggaran, jangan sampai mengurangi pelayanan terbaik dari Biro Kesos dan Kesehatan,” harapnya. (MAP/FM)