JAKARTA (27 Oktober) – Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Jupiter menyoroti pelaksanaan berbagai kegiatan pameran dan bazar yang digelar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta.
Menurutnya, kegiatan tersebut belum memberikan manfaat nyata bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya mereka yang tergabung dalam program Jakpreneur.
“Dari banyak kegiatan pameran dan bazar yang digelar, pelaksanaannya dinilai tidak memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM,” ujar Jupiter usai rapat kerja Komisi B dengan Dinas PPKUKM di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (27/10/2025).
Ia mengungkapkan, banyak pelaku UMKM yang mengeluhkan lokasi bazar dan pameran karena dianggap tidak strategis dan sepi pengunjung, sehingga tidak berdampak pada peningkatan penjualan.
“Ada pengaduan dari pelaku UMKM bahwa lokasi bazar sepi, penjualan menurun, dan tempat yang disediakan tidak strategis. Ini tentu harus menjadi perhatian,” ucapnya.
Selain itu, Jupiter juga menilai, kegiatan bazar selama ini cenderung monoton dan berulang. Pesertanya pun sering kali sama setiap tahun tanpa ada inovasi atau evaluasi signifikan.
“Pesertanya itu-itu saja. Harusnya kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi acara tahunan yang menghabiskan anggaran, tapi benar-benar membantu peningkatan penjualan,” tegas Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta tersebut.
Ia menambahkan, minimnya inovasi membuat bazar UMKM kurang menarik bagi masyarakat, padahal kegiatan itu seharusnya menjadi ajang promosi yang efektif. Karena itu, Komisi B mendorong agar Pemprov DKI mengubah strategi promosi UMKM dengan pendekatan yang lebih tepat sasaran. Misalnya melalui pelatihan kewirausahaan, pemasaran digital, dan penataan lokasi usaha yang lebih potensial.
“UMKM mengeluh produk mereka tidak laku karena lokasi dan waktu kegiatan tidak tepat. Jadi perlu evaluasi total agar kegiatan ini bisa benar-benar bermanfaat dan menarik minat pembeli,” tutup Jupiter. (*/FM)