JAKARTA (16 Desember) – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, menegaskan pentingnya peran aktif generasi muda dalam mengawasi jalannya pemerintahan dan proses kebijakan pasca Pemilu.
Menurut Wibi, demokrasi tidak berhenti pada proses pencoblosan. Partisipasi publik, khususnya anak muda, justru menjadi kunci dalam memastikan kebijakan yang lahir benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Pemerintahan tidak bisa berjalan dengan baik tanpa pengawasan, kritik, dan masukan dari masyarakat,” ujar Wibi, saat menghadiri forum diskusi anak muda bertajuk ‘Abis Pemilu Mau Ngapain: Peran Orang Muda Pasca Pemilu’ di Coma Jakarta, M Bloc Space, Panglima Polim, Jakarta Selatan, Selasa (16/12/2025).
Ia menekankan, fungsi pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab DPRD, tetapi juga civil society. Keterlibatan publik dinilai penting untuk menjaga akuntabilitas dan kualitas kebijakan publik.
“Pengawasan itu bukan hanya dari DPRD, tapi juga dari masyarakat,” katanya.
Wibi mencontohkan, kompleksitas persoalan di Jakarta seringkali memunculkan perbedaan pandangan, seperti dalam pembahasan inisiasi Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok yang menuai pro dan kontra.
Menurutnya, perbedaan tersebut justru menegaskan pentingnya ruang dialog yang terbuka agar kebijakan yang dihasilkan mampu memahami kebutuhan masyarakat secara menyeluruh, terutama aspirasi generasi muda.
“Kita perlu lebih banyak mendengar masukan, khususnya dari anak muda,” pungkasnya. (*/FM)