JAKARTA (20 Januari) – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk segera mempercepat pelaksanaan program normalisasi kali di seluruh wilayah Jakarta sebagai langkah strategis pengendalian banjir. Hal tersebut disampaikan Wibi saat menghadiri Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab) bersama jajaran wali kota se-DKI Jakarta dan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Selasa (20/01/2026).
Dalam rapat itu, normalisasi kali menjadi fokus pembahasan utama guna mempercepat penanganan banjir yang kerap melanda Jakarta saat musim hujan. Wibi menilai, salah satu kendala utama dalam upaya pengendalian banjir adalah menyempitnya alur sungai akibat pemanfaatan lahan yang tidak semestinya di bantaran kali. Kondisi tersebut dinilai menghambat aliran air dan memperbesar potensi genangan di wilayah padat penduduk.
Wibi secara khusus menyoroti masih ditemukannya bangunan liar, termasuk bangunan bertingkat, yang berdiri di sepanjang bantaran kali, terutama di wilayah Jakarta Selatan. Ia menegaskan, konsistensi penertiban dan pengawasan pascanormalisasi menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
“Terutama di daerah Selatan itu terdapat bangunan bertingkat di pinggir kali. Saya mohon kerja samanya dan mudah-mudahan nanti setelah dilakukan normalisasi, tugas wali kota adalah menjaga saluran dari bangunan liar,” ujar Wibi.
Menurut Wibi, program normalisasi kali tidak boleh dipandang semata sebagai proyek fisik, melainkan sebagai upaya perlindungan bagi warga Jakarta yang setiap tahunnya harus menanggung kerugian materiil akibat banjir. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara Dinas SDA sebagai pelaksana teknis dan pemerintah kota sebagai penguasa wilayah.
Legislator NasDem ini berharap koordinasi lintas perangkat daerah dapat diperkuat agar pelaksanaan normalisasi berjalan lebih terukur dan berkelanjutan. Langkah-langkah konkret seperti pengerukan, pelebaran kali, serta pembersihan hambatan aliran air diharapkan mampu menekan titik-titik genangan secara signifikan.
“Masyarakat menunggu hasil nyata. Kita ingin dampak dari normalisasi ini langsung dirasakan, sehingga rasa aman warga saat hujan turun bisa kembali hadir di Jakarta,” pungkas Wibi. (EP/FM)