JAKARTA (22 Januari) – Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi NasDem, Raden Gusti Arief menegaskan pentingnya keberlanjutan program taman bacaan agar tidak berhenti pada penyerapan anggaran semata, melainkan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Raden Gusti Arief dalam rapat pembahasan dan monitoring evaluasi (monev) hasil reses pada APBD 2025 serta rencana realisasi APBD 2026 bersama mitra kerja dan dinas terkait di ruang rapat Komisi E DPRD DKI Jakarta.
Menurutnya, setelah proses serah terima dilakukan, pemanfaatan taman bacaan harus menjadi perhatian utama. Ia mengingatkan agar program tersebut tidak hanya berhenti pada output administratif.
“Ke depan, orientasi kita bukan hanya soal output penyerapan anggaran, tetapi bagaimana outcome dan keberlanjutan taman bacaan yang ada. Jangan sampai setelah serah terima justru terbengkalai atau tidak terawat karena tidak ada daya dukung perawatan,” ujarnya, Rabu (21/01/2026).
Gusti juga menyoroti kejelasan fungsi taman bacaan yang telah dibangun. Ia mempertanyakan apakah fasilitas tersebut benar-benar dimanfaatkan sesuai tujuan awal dalam mendukung peningkatan literasi masyarakat.
“Taman bacaan ini perlu dimonitor dengan baik agar terus ditingkatkan pelayanannya bagi masyarakat yang membutuhkan literasi bacaan,” katanya.
Selain itu, ia menyinggung mekanisme permintaan dan distribusi buku bacaan. Menurutnya, pemerintah daerah perlu memfasilitasi kebutuhan buku secara jelas dan terarah, termasuk untuk rumah ibadah, madrasah, serta rumah baca berbasis komunitas di lingkungan RT dan RW.
“Di tingkat RT dan RW biasanya sudah ada rumah baca atau madrasah. Kalau ada permintaan, apakah bisa kita fasilitasi secara jelas dan terarah?” tambahnya.
Ia berharap kebijakan literasi yang telah dijalankan dapat dilaksanakan secara maksimal sehingga program taman bacaan benar-benar berkelanjutan, memiliki fungsi yang jelas, dan menjawab kebutuhan masyarakat.
“Saya berharap taman bacaan bisa menjadi fasilitas yang memberikan kontribusi besar bagi masyarakat luas, khususnya dalam meningkatkan literasi dan membentuk pola pikir masyarakat yang sehat,” tutupnya. (DT/FM)