JAKARTA (23 Januari) – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan sampah di Jakarta. Hal tersebut menanggapi penetapan status darurat sampah nasional oleh pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup
Wibi Andrino mengatakan, anggaran pengelolaan sampah di Jakarta saat ini mencapai lebih dari Rp3 triliun per tahun.
“Untuk DKI Jakarta, anggaran pengelolaan sampah saat ini berkisar di angka Rp3 triliun lebih per tahun,” ujar Wibi, Selasa (20/01/2026).
Menurut dia, anggaran tersebut mencakup operasional pengangkutan, pengolahan, hingga pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Namun, DPRD DKI Jakarta tidak hanya akan melihat besaran anggaran yang dialokasikan, melainkan juga efektivitas pemanfaatannya.
“Apakah belanja persampahan benar-benar berdampak pada pengurangan sampah dari hulu, peningkatan daur ulang, dan pengurangan ketergantungan pada landfill,” tegas Wibi.
Wibi menambahkan, pola penanganan sampah yang masih bertumpu pada pembuangan akhir perlu dievaluasi agar tidak terus berulang tanpa menghasilkan dampak signifikan.
Karena itu, DPRD DKI Jakarta mendorong penguatan anggaran pengelolaan sampah yang tepat sasaran, berbasis kinerja, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi lintas wilayah.
“Agar persoalan sampah tidak terus diselesaikan dengan pola lama yang berulang,” tandas Wibi. (*/FM)