JAKARTA (11 Februari) – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, mendorong pengembalian fungsi trotoar sepenuhnya bagi pejalan kaki. Menurutnya, langkah tersebut menjadi upaya konkret mendorong penggunaan transportasi umum sekaligus menekan pencemaran udara di Jakarta.
Wibi menegaskan, pengendalian pencemaran udara tidak dapat dilepaskan dari upaya mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Namun, menurutnya, peralihan tersebut harus didukung infrastruktur pejalan kaki yang aman dan nyaman.
“Tadi saya sampaikan kepada Pak Gubernur bahwa kita ingin trotoar bisa digunakan oleh para pejalan kaki secara merdeka,” kata Wibi Andrino, dalam kegiatan Town Hall Meeting bertajuk “Dialog PR Jakarta: Dengar Warga, Kerja Nyata untuk Udara Bersih” yang diselenggarakan oleh Bicara Udara di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (10/02/2026).
Wibi menjelaskan, pembahasan mengenai pengurangan pencemaran udara harus dimulai dari aspek paling mendasar, yakni akses masyarakat menuju moda transportasi publik.
“Kalau kita berbicara tentang pencemaran udara, maka kita juga harus bicara cara menguranginya, yaitu dengan beralih ke transportasi umum. Untuk bisa sampai ke transportasi umum, masyarakat harus berjalan kaki menuju titik pemberhentian. Pertanyaannya, apakah akses tersebut sudah tersedia secara merata?,” terangnya.
Wibi menilai, kondisi trotoar di Jakarta saat ini masih jauh dari ideal. Ia menyoroti belum optimalnya konsep first mile dan last mile bagi pengguna transportasi publik, yaitu akses perjalanan awal masyarakat dari rumah menuju transportasi umum serta perjalanan lanjutan dari titik transportasi menuju lokasi tujuan.
Menurutnya, masih banyak trotoar yang tidak steril, berukuran sempit, bahkan tidak tersedia di sejumlah ruas jalan. Selain itu, trotoar juga kerap digunakan untuk parkir liar maupun aktivitas pedagang kaki lima.
“Bagaimana masyarakat bisa menuju halte, kawasan transit-oriented development (TOD), atau stasiun MRT jika berjalan kaki saja masih sulit. Ini menjadi tantangan bersama yang harus segera diselesaikan,” tegasnya.
Karena itu, Wibi mengajak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadikan pengembalian fungsi trotoar sebagai komitmen bersama antara legislatif dan eksekutif. Ia menekankan pentingnya pembangunan, penjagaan, serta revitalisasi trotoar agar masyarakat merasa aman dan nyaman berjalan kaki.
“Trotoar harus benar-benar dikembalikan fungsinya untuk pejalan kaki. Kita bangun, kita jaga, dan kita revitalisasi sehingga masyarakat dapat dengan nyaman berjalan menuju transportasi umum. Langkah ini penting untuk mengendalikan pencemaran udara yang berpotensi semakin memburuk apabila masyarakat terus bergantung pada kendaraan pribadi,” tutup Wibi. (MRN/FM)