JAKARTA (12 Februari) – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang berlangsung sangat pesat dinilai menjadi tantangan baru bagi generasi muda, khususnya di bidang desain komunikasi visual dan industri grafika.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, menegaskan bahwa kemajuan teknologi tersebut tidak hanya mengubah cara kerja, tetapi juga menuntut tanggung jawab moral dan sosial yang lebih besar dari para kreator visual.
“Kita melihat tantangan hari ini adalah kehadiran AI dengan perkembangan yang sangat cepat. Karena itu, para wisudawan memiliki kewajiban dan tanggung jawab dalam menyampaikan pesan visual yang tepat kepada masyarakat,” kata Wibi, saat menghadiri sidang senat terbuka wisuda mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen Komputer (STMK) Trisakti, Jakarta, Kamis (12/02/2026).
Menurutnya, di tengah derasnya arus transformasi digital, kemampuan teknis semata tidak lagi cukup. Para lulusan dituntut mampu menghadirkan karya visual yang tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga memiliki nilai keberlanjutan bagi masyarakat.
“Fokusnya bukan hanya pada karya, tetapi bagaimana menghadirkan pesan keberlanjutan kepada masyarakat. Keberlanjutan dari sebuah pesan visual itu sangat penting,” lanjutnya.
Wibi menambahkan, kecerdasan buatan seharusnya dipandang sebagai alat bantu untuk memperkaya ide dan kreativitas, bukan menggantikan nilai integritas serta peran manusia dalam proses kreatif.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan serta berharap mereka mampu berkontribusi dalam pembangunan Jakarta melalui karya-karya kreatif yang edukatif dan bertanggung jawab.
“Penggunaan AI seharusnya menjadi alternatif untuk membangun ide-ide baru. Saya mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan berharap dapat berkarya serta berkontribusi di tengah masyarakat,” tutup Wibi. (DT/FM)