JAKARTA (11 April) – Anggota Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta sekaligus Ketua Bamus Betawi, Riano P. Ahmad, mengapresiasi penyelenggaraan Lebaran Betawi yang berlangsung di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Kegiatan rutin tahun ini untuk memperkuat silaturahmi sekaligus melestarikan kearifan lokal masyarakat Betawi.
Riano mengatakan Betawi menjadi momentum penting setelah bulan Ramadan dan Idulfitri bagi masyarakat Betawi untuk menampilkan identitas budaya mereka.
“Acara ini merupakan kegiatan rutin masyarakat Betawi setelah berpuasa dan berlebaran. Ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus menampilkan atraksi budaya, seni, dan kuliner khas Betawi,” ujar Riano, Sabtu (11/4/2026).
Menurutnya, penyelenggaraan Lebaran Betawi juga merupakan bagian dari amanat regulasi nasional, yakni Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan serta Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, yang menegaskan posisi budaya Betawi sebagai budaya utama di Jakarta, berdampingan dengan budaya lainnya.
Riano mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah memberikan ruang bagi masyarakat Betawi untuk terus mengembangkan dan melestarikan budaya.
“Saya mengapresiasi pemerintah daerah yang sudah memberikan ruang bagi masyarakat Betawi untuk mengembangkan dan melestarikan budaya yang ada,” lanjutnya.
Ia juga menekankan pentingnya adaptasi budaya Betawi terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, kurasi dan pembaruan terhadap bentuk-bentuk atraksi budaya perlu terus dilakukan agar tetap relevan dengan generasi masa kini.
“Kita melakukan kurasi budaya dan memberikan sentuhan kekinian terhadap atraksi budaya yang ada. Ini penting agar budaya Betawi tetap hidup dan berkembang,” jelas Riano.
Lebih lanjut, Riano menyebut upaya pelestarian budaya Betawi tidak hanya dilakukan di tingkat kota, tetapi juga menjangkau sanggar-sanggar seni di tingkat kelurahan hingga kecamatan.
“Kita terus melakukan pengembangan pelestarian budaya Betawi, bahkan sampai ke sanggar-sanggar di tingkat kelurahan dan kecamatan,” tutupnya. (MAP/FM)