JAKARTA (14 April) – Ketua DPW Partai NasDem DKI Jakarta, Wibi Andrino menegaskan bahwa kebebasan pers merupakan salah satu pilar utama demokrasi yang harus dijaga. Namun demikian, setiap kebebasan selalu berjalan beriringan dengan tanggung jawab.
“Kami menghormati kebebasan pers, tetapi setiap kebebasan selalu datang bersama tanggung jawab,” kata Wibi Andrino.
Menurut Wibi, sampul terbaru Tempo menunjukkan betapa kuatnya peran media dalam membentuk opini publik. Oleh karena itu, setiap penyampaian pesan termasuk melalui ilustrasi perlu menjaga keseimbangan, akurasi, dan kepatutan.
Ia menilai bahwa penggambaran terhadap Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh dalam sampul tersebut berpotensi menimbulkan interpretasi yang tidak utuh dan cenderung bias.
“Sosok Bapak Surya Paloh adalah bagian dari ruang publik yang terbuka terhadap kritik. Namun, kritik yang dibangun seharusnya berangkat dari substansi, bukan framing visual yang berpotensi merendahkan,” lanjutnya.
Lebih lanjut Wibi mengatakan, kritik tetap diperlukan dalam demokrasi. Namun, kritik yang kuat adalah kritik yang berangkat dari substansi, bukan sekadar impresi visual. Ia berharap media dapat terus menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab moral kepada publik.
“Kritik boleh keras, tapi etika tetap harus jadi batas. Jangan sampai kebebasan berubah menjadi kehilangan arah,” tegasnya. (FM)