JAKARTA (29 April) – Komisi B DPRD DKI Jakarta mendorong PT. Bank Jakarta memperluas layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan di Pelabuhan Muara Angke.
“Bank Jakarta disarankan membuka layanan di Pelabuhan Muara Angke untuk membantu akses KUR nelayan,” ujar Nova saat membacakan laporan hasil rapat kerja bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam Rapat Banggar DPRD DKI Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Selain perluasan layanan KUR, Komisi B juga mendorong integrasi sistem pembayaran digital menggunakan QRIS dan JakOne Mobile di kawasan pelabuhan dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Menurut Nova, transaksi digital di TPI dapat menjadi dasar credit scoring alternatif bagi nelayan dan pelaku usaha kecil yang belum memiliki agunan besar.
“Data transaksi digital di TPI bisa menjadi dasar penilaian kredit tanpa agunan besar,” katanya.
Komisi B, lanjut Nova, juga mengusulkan penyediaan kredit investasi berbunga rendah untuk mendukung penggunaan teknologi cold storage bagi pelaku usaha perikanan.
“Gunakan cold storage sebagai objek jaminan agar pelaku usaha kecil terbantu,” ujar Nova.
Selain itu, DPRD turut mendorong peran Jamkrida Jakarta dalam penjaminan kredit nelayan guna memperkuat kepercayaan perbankan terhadap sektor perikanan. Nova mengatakan, kombinasi perluasan akses KUR, digitalisasi transaksi, kredit investasi, dan penjaminan kredit diharapkan dapat memperkuat ekosistem pembiayaan bagi nelayan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir. (FM)