JAKARTA (4 Mei) – Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, mengapresiasi program pemagangan tenaga kerja yang diinisiasi oleh Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta. Program ini dinilai sebagai langkah taktis dalam mempersiapkan lulusan SMA menghadapi dunia kerja.
Pernyataan tersebut disampaikan Nova dalam acara Kick Off Pemagangan Tenaga Kerja TA 2026 yang berlangsung di Kantor Pusat PT Transjakarta, Cawang, Senin (4/5/2026). Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1152 Tahun 2026. Program ini bertujuan memberikan pengalaman praktis bagi para lulusan sekolah menengah yang selama ini sering terkendala masalah penyerapan tenaga kerja.
“Tentunya ini menjadi jawaban terkait lulusan SMA, apakah mereka bisa mendapatkan pekerjaan dan bagaimana melatih kompetensinya. Dengan adanya program ini, menurut saya sangat baik sekali,” kata Nova Harivan Paloh.
Program pemagangan tahun 2026 ini menargetkan 1.000 peserta untuk tahun anggaran ini dengan dibagi menjadi dua tahap. Tahap I pada bulan Mei dimulai dengan sekitar 700 peserta. Kemudian tahap II pada bulan Oktober diirencanakan untuk 300 peserta tambahan.
Nova mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp15 miliar untuk memfasilitasi 1.000 peserta tersebut. Anggaran ini merupakan hasil rancangan yang telah disiapkan sejak tahun lalu.
Sedangkan lokasi penempatan meliputi BUMD (seperti PT Transjakarta), instansi pemerintahan, hingga sektor swasta. Manfaat bagi peserta, selain mendapatkan pelatihan kompetensi langsung di lapangan, peserta juga akan menerima uang saku selama periode magang.
“Program ini menjawab tantangan kita ke depan, bagaimana meningkatkan kemampuan dan keterampilan lulusan SMA melalui program magang kerja selama enam bulan,” ungkapnya.
Meskipun kuota terbatas, minat masyarakat ternyata sangat masif. Tercatat ada sekitar 10.000 warga yang berminat mengikuti program serupa, menunjukkan tingginya kebutuhan akan wadah pengembangan diri di Jakarta.
Nova menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh setelah masa pemagangan enam bulan berakhir. Hal ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana peningkatan kompetensi yang dialami peserta.
“Jika hasil evaluasi menunjukkan efektivitas yang tinggi, DPRD DKI Jakarta membuka peluang untuk menambah kuota peserta pada tahun anggaran mendatang guna mengakomodasi lebih banyak pencari kerja,” pungkasnya. (EP/FM)