JAKARTA (18 Agustus) – Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi NasDem, Raden Gusti Arief Yulifard, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjaga konsistensi program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Ia menegaskan, perubahan kebijakan maupun efisiensi anggaran jangan sampai membuat masyarakat kehilangan kepastian atas bantuan pendidikan.
Gusti menilai persoalan KJP dan KJMU yang terus muncul setiap tahun perlu segera dihentikan dengan kebijakan yang lebih konsisten dan terukur. Ia menegaskan, kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah perlu dijaga pelaksanaannya agar para penerima manfaat tidak terus menghadapi ketidakpastian.
“Yang penting adalah KJP dan KJMU jangan sampai berubah-ubah lagi. Tetapkan saja yang sudah menjadi ketetapan, jangan sampai efisiensi justru mengambil hak pendidikan anak-anak Jakarta,” tegas Raden Gusti Arief di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, efisiensi maupun penyesuaian administrasi memang dapat dilakukan pemerintah apabila terdapat perubahan data dan kondisi penerima. Namun, langkah tersebut harus tetap disertai solusi bagi peserta didik yang memang memenuhi kriteria dan membutuhkan bantuan pendidikan.
Salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan, kata dia, adalah mengalihkan penerima yang memenuhi kriteria ke program beasiswa Jakarta. Dengan demikian, penyesuaian administrasi tidak serta-merta membuat masyarakat kehilangan akses terhadap bantuan pendidikan.
“Kalau memang ada penyesuaian, jangan sampai anak yang memang membutuhkan akhirnya kehilangan bantuan. Harus ada jalan keluar agar hak mereka untuk mendapatkan pendidikan tetap terpenuhi,” ujarnya. (II/FM)