JAKARTA (31 Agustus) – Wakil Ketua Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi, Riano P. Ahmad, mengingatkan keberadaan lembaga adat tidak boleh berhenti sebagai simbol pelestarian budaya. Menurutnya, lembaga adat harus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memastikan identitas dan warisan budaya Betawi tetap terjaga.
Riano mengatakan, peran tersebut menjadi semakin penting di tengah perkembangan Jakarta sebagai Daerah Khusus. Kebudayaan Betawi, menurutnya, harus tetap menjadi bagian dari identitas Jakarta dan tidak tergerus oleh perkembangan kota.
“Dengan adanya lembaga adat ini sebagai satu-satunya lembaga adat yang menjadi mitra strategis pemerintah dalam berkaitan dengan masalah budaya Betawi dan pelestarian budaya Betawi, tentu ini menjadi bagian penting bagi Jakarta ke depan,” ujar Riano, di Jakarta, Senin (31/8/2026).
Menurut Riano, keberadaan Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi harus mampu menjadi wadah yang aktif dalam menjaga, mengembangkan, sekaligus memperjuangkan keberlangsungan adat dan kebudayaan Betawi.
Ia berharap lembaga tersebut dapat membangun kerja sama yang kuat dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam berbagai upaya pelestarian budaya.
Bagi Riano, pelestarian kebudayaan Betawi tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial. Perlu ada langkah yang berkelanjutan agar nilai, tradisi, dan identitas Betawi tetap dikenal serta diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Harapan kami, keberadaan lembaga ini bisa memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Betawi, khususnya dalam menjaga identitas dan warisan budaya Betawi agar tetap lestari dan berkembang,” kata Riano yang juga Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Fraksi NasDem.
Riano menilai, keberadaan lembaga adat juga menjadi ruang bagi masyarakat Betawi untuk ikut terlibat dalam menjaga warisan budaya yang selama ini menjadi bagian dari sejarah dan perkembangan Jakarta.
Dengan perubahan status Jakarta sebagai Daerah Khusus, ia berharap perhatian terhadap pelestarian kebudayaan Betawi juga dapat semakin diperkuat.
“Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi tidak hanya hadir sebagai representasi masyarakat adat, tetapi juga mampu mengambil peran nyata dalam menjaga kebudayaan Betawi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari identitas Jakarta,” pungkasnya. (FM)