JAKARTA (19 Mei) – Anggota Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta, Raden Gusti Arief, menilai persoalan sampah di Jakarta membutuhkan langkah konkret dan berkelanjutan, dimulai dari kedisiplinan masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah tangga.
Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri agenda silaturahmi dan audiensi bersama Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia yang diterima langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup.
“Penyelesaian persoalan sampah harus dimulai dari kedisiplinan warga. Pemilahan sampah di tingkat rumah tangga adalah langkah awal yang sangat penting untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif,” ujar Raden Gusti Arief.
Ia menyebut, diskusi bersama Kementerian Lingkungan Hidup berlangsung produktif dan menghasilkan sejumlah rumusan kebijakan yang akan ditindaklanjuti secara bersama, khususnya dalam upaya memperbaiki sistem pengelolaan sampah di Jakarta.
“Alhamdulillah, hasil diskusi hari ini sangat baik. Banyak rumusan kebijakan yang akan kita jalankan bersama demi memperbaiki sistem pengelolaan sampah, khususnya di Jakarta,” katanya.
Lebih lanjut, Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta bersama Kementerian Lingkungan Hidup sepakat untuk melanjutkan pembahasan melalui forum bersama yang melibatkan dinas terkait, kementerian terkait, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Forum tersebut diharapkan dapat menghasilkan roadmap kebijakan pengelolaan sampah yang komprehensif dan terukur.
“Ke depan, kami akan duduk bersama dengan seluruh pihak terkait untuk merumuskan roadmap pengelolaan sampah secara menyeluruh. Tujuan kita satu, yaitu bagaimana menuntaskan persoalan sampah yang saat ini menjadi tantangan besar bagi Jakarta,” tambahnya.
Ia juga menilai bahwa kondisi Jakarta saat ini membutuhkan sinergi dari seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, agar solusi yang dihasilkan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Mudah-mudahan dengan sinergi ini kita bisa menghadirkan solusi nyata, sehingga Jakarta dapat menjadi kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tutupnya. (MAP/FM)