JAKARTA (22 Mei) – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, mendorong pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jakarta Raya untuk mengambil peran lebih besar dalam menopang perekonomian daerah di tengah tekanan fiskal yang semakin berat. Hal tersebut disampaikan Wibi saat menghadiri Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) HIPMI Jaya 2026 di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta.
Menurutnya, tantangan ekonomi Jakarta berbeda dengan daerah lain, sehingga membutuhkan kontribusi lebih besar dari sektor swasta untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.
“Tantangan yang dihadapi DKI Jakarta dengan kota-kota lain itu berbeda. Kita di DKI Jakarta punya tanggung jawab lebih besar untuk memberikan stimulus, bahkan nilai tambah (value) kepada teman-teman HIPMI di luar Jakarta,” ujar Wibi, Rabu (21/5/2026).
Ia mengungkapkan, kondisi fiskal Jakarta saat ini menghadapi tekanan akibat penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat yang signifikan, dari sekitar Rp21 triliun menjadi Rp11 triliun. Dengan kondisi tersebut, menurut Wibi, pemerintah daerah tidak dapat sepenuhnya mengandalkan APBD untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Kami di DKI Jakarta berat sekali untuk mendukung perekonomian tanpa dorongan sektor swasta. Investasi dan creative finance sangat dibutuhkan,” jelasnya.
Wibi juga menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mempertimbangkan berbagai instrumen pembiayaan alternatif, termasuk obligasi daerah, untuk menjaga keberlanjutan pembangunan.
Dalam kesempatan tersebut, Wibi turut mengajak para pengusaha muda untuk tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berkontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Sudah saatnya kita berkorban untuk bangsa ini. Sudah saatnya kita memberikan sesuatu kepada bangsa, bukan hanya terus-menerus berharap apa yang bisa bangsa ini berikan kepada kita semua,” tegasnya. (FM)