JAKARTA (7 Juli) – Pulau Payung dinilai memiliki nilai sejarah dan karakter alam yang masih mencerminkan wajah asli Kepulauan Seribu. Karena itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Muhammad Idris meminta setiap pembangunan di pulau tersebut dilakukan secara hati-hati agar tidak menghilangkan identitas kawasan.
Idris mengungkapkan, pembangunan tetap diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga warisan sejarah dan lingkungan.
“Saya meminta SKPD terkait berhati-hati dalam melakukan pembangunan di Pulau Payung. Kita ingin menjadikan pulau ini sebagai kawasan percontohan yang tetap mempertahankan keaslian alam dan jejak sejarah Kepulauan Seribu,” ujar Idris, saat kegiatan menyerap aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses di Pulau Payung, beberapa waktu lalu.
Ia menegaskan, pembangunan kawasan kepulauan tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus memperhatikan pelestarian nilai budaya, sejarah, serta layanan sosial yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, Pulau Payung diharapkan dapat berkembang sebagai kawasan yang maju tanpa kehilangan karakter dan identitasnya.
Dalam dialog dengan warga, Idris juga menerima aspirasi mengenai pengelolaan pemakaman di wilayah kepulauan. Warga mengungkapkan semakin sedikit generasi muda yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam proses pengurusan jenazah sehingga dikhawatirkan akan menyulitkan pelayanan masyarakat di masa mendatang.
Menanggapi hal tersebut, Idris menyatakan akan mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar membentuk unit atau kelembagaan yang secara khusus menangani layanan pemakaman di Kepulauan Seribu. Menurutnya, keberadaan lembaga tersebut tidak hanya memperkuat tata kelola pemakaman, tetapi juga dapat menjadi wadah pembinaan dan pelatihan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam pengurusan jenazah. (II/FM)