JAKARTA (5 Agustus) – Antusiasme warga memilah sampah dari rumah perlu diimbangi dengan layanan pengangkutan yang konsisten dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Keterlambatan mengangkut sampah yang telah dipilah dikhawatirkan dapat menurunkan semangat masyarakat untuk mempertahankan kebiasaan tersebut.
Anggota Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai NasDem, Raden Gusti Arief, meminta Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta memastikan kesiapan layanan di lapangan seiring meningkatnya partisipasi warga dalam pemilahan sampah. Hal tersebut disampaikan Raden Gusti Arief dalam agenda rapat bersama jajaran pimpinan Pansus, Kasudin, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, unsur warga, LMK, pengurus RT/RW, dan pihak kelurahan setempat.
Ia mengapresiasi sosialisasi pemilahan sampah yang telah digencarkan warga sejak Juli lalu. Program tersebut juga mendapat dukungan melalui kerja sama Corporate Social Responsibility (CSR) PT Rangka di berbagai RT.
“Saya mengapresiasi semangat warga yang sudah mulai memilah sampah dari rumah. Jangan sampai semangat itu justru menurun karena sampah yang sudah dipilah tidak segera diangkut sesuai jadwal. Partisipasi masyarakat harus dibarengi dengan pelayanan yang optimal dari pemerintah,” ujar Gusti Arief, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, sejumlah warga masih mengeluhkan keterlambatan pengangkutan sampah yang telah dipilah. Kondisi tersebut perlu segera ditangani agar upaya membangun kebiasaan memilah sampah dari sumbernya tidak berhenti di tengah jalan. Gusti Arief juga menyoroti penanganan tumpukan sampah di wilayah RW 09. Menurutnya, persoalan tersebut sempat tertangani dengan baik pada 24 Juli lalu, namun kembali mengalami hambatan pada hari-hari berikutnya.
“Penanganan sampah tidak boleh hanya bersifat sementara. Harus ada solusi yang berkelanjutan agar persoalan yang sama tidak terus berulang dan merugikan masyarakat,” katanya.
Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup memberikan perhatian lebih terhadap dampak lingkungan akibat penumpukan sampah, terutama di kawasan permukiman padat. Menurutnya, jadwal penyemprotan pengendalian bau serta penambahan armada pengangkut sampah perlu ditingkatkan demi menjaga kesehatan dan kenyamanan warga.
Selain itu, Raden Gusti Arief mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap titik-titik pembuangan sampah liar, seperti yang sempat terjadi di sekitar Kelurahan Cilangkap hingga memicu potensi bahaya dan insiden kebakaran di wilayah Keramat Jati.
“Koordinasi antara dinas, kelurahan, dan kecamatan harus diperkuat agar penumpukan sampah liar dapat dicegah sejak dini. Jangan sampai persoalan sampah berkembang menjadi persoalan keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Di sisi lain, Raden Gusti Arief juga menyoroti peluang dukungan pihak swasta dalam pengolahan sampah. Terdapat lahan seluas sekitar 3.000 meter persegi di Cilangkap yang disiapkan pihak swasta untuk pengolahan sampah tanpa membebankan biaya kepada pemerintah. Namun, hingga hampir dua bulan berjalan, pengajuan kajian serta bantuan pengiriman tonase sampah ke lokasi tersebut belum juga direalisasikan.
“Kalau ada pihak swasta yang siap membantu menyediakan lahan tanpa membebani APBD, tentu harus segera dikaji dan ditindaklanjuti. Jangan sampai peluang yang baik untuk mempercepat penyelesaian persoalan sampah justru terhambat oleh lambatnya proses administrasi,” imbuhnya. (MAP/FM)