JAKARTA (6 Agustus) – Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai NasDem, Imamuddin, meminta Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta segera merealisasikan penurapan di sepanjang Kali Swasembada, khususnya di wilayah RW 09 dan RW 10, Swasembada Barat, Jakarta Utara. Pasalnya, bantaran Kali Swasembada di Jakarta Utara yang belum memiliki turap permanen dinilai berisiko mengalami longsor atau pergeseran tanah yang dapat membahayakan warga dan pengguna jalan di sekitarnya.
Imamuddin mengungkapkan, kondisi tersebut sudah menjadi perhatiannya sejak sebelum dirinya menjadi anggota DPRD DKI Jakarta. Dia khawatir, jika tidak segera dilakukan penanganan, kerusakan akan semakin parah dan membutuhkan biaya lebih besar.
“Sebelum saya jadi anggota DPRD, saya sudah berpikir bahwa Kali Swasembada ini memang perlu pembenahan dan pemeliharaan. Sejak saya kecil sampai sekarang, kali ini belum pernah diturap,” ujar Imamuddin, Kamis (6/8/2026).
Legislator NasDem ini menilai penurapan juga penting dilakukan sebagai langkah pencegahan agar pemerintah tidak harus mengeluarkan anggaran lebih besar ketika kerusakan sudah semakin parah. Menurutnya, penanganan sejak dini akan lebih efisien dibandingkan menunggu bantaran kali ambrol atau mengalami kerusakan berat.
Karena itu, Imamuddin meminta Dinas SDA segera melakukan tindak lanjut dan pengerjaan fisik di lapangan. Ia berharap penurapan Kali Swasembada dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga RW 09 dan RW 10 Swasembada Barat, sekaligus mencegah potensi kerusakan bantaran yang lebih besar di kemudian hari.
“Kalau tidak segera diturap, ini berbahaya. Jika nanti kerusakannya semakin jauh atau sampai anjlok, biayanya akan jauh lebih mahal. Maka lebih baik segera diselesaikan agar ada efisiensi biaya,” tegasnya. (II/FM)