JAKARTA (20 Agustus) – Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta dari Fraksi NasDem, Gias Kumari Putra, meninjau SMKN 9 Jakarta di Pekojan, Tambora, Jakarta Barat. Dalam kunjungan tersebut, ia melihat langsung kondisi sejumlah fasilitas sekolah, termasuk lapangan yang dinilai masih kurang memadai untuk menunjang aktivitas olahraga dan kegiatan siswa.
Menurut Gias, fasilitas pendidikan yang layak merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman sekaligus mendukung pengembangan potensi peserta didik.
“Salah satu yang menjadi perhatian adalah kondisi lapangan sekolah yang masih kurang memadai untuk mendukung aktivitas olahraga dan kegiatan siswa, tadi siswa melaporkan bahwa mereka harus menggunakan lapangan dari luar untuk berkegiatan,” terang Gias, Rabu (19/8/2026).
Gias menilai kebutuhan fasilitas di SMK memiliki karakteristik yang berbeda dengan sekolah umum. Selain ruang belajar, sekolah kejuruan membutuhkan sarana praktik dan fasilitas pendukung yang memadai agar siswa dapat mengembangkan keterampilan sesuai bidang yang dipelajari.
Menurutnya, pembelajaran berbasis praktik menjadi bagian penting dalam mempersiapkan lulusan SMK menghadapi dunia kerja. Karena itu, kualitas fasilitas praktik perlu menjadi perhatian dalam perencanaan dan penganggaran pendidikan di Jakarta.
“Sekolah kejuruan tidak cukup hanya memiliki ruang belajar. Siswa juga membutuhkan fasilitas praktik yang memadai agar keterampilan yang mereka dapatkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” katanya.
Gias mengatakan penguatan sarana pendidikan juga perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada pembangunan ruang kelas. Fasilitas olahraga, ruang praktik, alat pembelajaran, hingga sarana pendukung lainnya perlu dipastikan dalam kondisi layak dan dapat digunakan secara optimal.
Ia berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan melakukan pemetaan terhadap kondisi sarana dan prasarana sekolah, khususnya sekolah kejuruan, sehingga kebutuhan yang paling mendesak dapat menjadi prioritas penanganan.
Menurut Gias, investasi pada fasilitas pendidikan pada akhirnya merupakan investasi terhadap kualitas sumber daya manusia Jakarta. Semakin baik fasilitas yang tersedia, semakin besar pula peluang siswa mengembangkan kemampuan dan kompetensinya.
“Kita ingin anak-anak Jakarta tidak hanya mendapatkan pendidikan, tetapi juga memiliki keterampilan yang membuat mereka siap menghadapi masa depan dan dunia kerja. Karena itu, fasilitas pendidikannya juga harus mendukung,” ujar Gias.
Ia menambahkan, perhatian terhadap sarana sekolah juga menjadi bagian dari upaya menciptakan pemerataan kualitas pendidikan di Jakarta. Setiap peserta didik, kata dia, berhak mendapatkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan didukung fasilitas yang memadai.
Gias pun berharap hasil kunjungan tersebut dapat menjadi masukan bagi Pemprov DKI Jakarta dalam menyusun prioritas pembangunan dan perbaikan fasilitas pendidikan ke depan.
“Sekolahnya sudah ada, anak-anaknya sudah belajar dan punya potensi. Sekarang bagaimana kita memastikan fasilitasnya juga siap untuk mendukung mereka berkembang,” pungkas Gias. (FM)