JAKARTA (6 September) – Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, disiapkan untuk kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi dan warga. Sejumlah langkah mulai dirumuskan untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar, mulai dari mengembalikan kegiatan pangan murah hingga mengoptimalkan ruang pasar untuk kegiatan UMKM dan masyarakat.
Langkah tersebut dibahas Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino saat meninjau langsung kondisi Pasar Pondok Labu bersama Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Jakarta, Suku Dinas UMKM Jakarta Selatan, Wakil Camat Cilandak, Lurah Pondok Labu, pengelola pasar, serta para pedagang.
Kondisi pasar dan aspirasi pedagang menjadi bahan evaluasi dalam kunjungan tersebut. Wibi menilai Pasar Pondok Labu memiliki potensi besar untuk kembali ramai apabila berbagai aktivitas ekonomi dan masyarakat dapat dikonsentrasikan di kawasan pasar.
“Kami sudah dengar dari para pedagang, dan juga kepala pasar, tinggal gimana caranya apa yang tadi kita rapatkan bisa kita kerjakan, karena ide-ide sudah banyak tinggal eksekusinya saja dan mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama ada beberapa hal yang akan kita lakukan sehingga pasar ini kembali hidup lagi,” jelas Wibi Andrino, Minggu (6/9/2026).
Wibi mengungkapkan, salah satu langkah yang disiapkan yakni mengembalikan kegiatan pangan murah yang sebelumnya berlangsung di kantor kelurahan agar kembali dilaksanakan di Pasar Pondok Labu. Dengan demikian, aktivitas masyarakat diharapkan ikut bergeser dan meningkatkan kunjungan ke pasar.
Selain itu, kegiatan pelatihan yang selama ini berlangsung di tingkat kelurahan, kecamatan, maupun kegiatan UMKM juga diupayakan dapat digelar di kawasan pasar. Aktivitas tersebut dinilai dapat membuat pasar tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi perdagangan, tetapi juga menjadi ruang berkegiatan bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan mohon doanya pada seluruh warga khususnya warga Cilandak, ayo kita bangkitkan lagi Pasar Pondok Labu karena inilah pasar legendaris, pasar kebanggaan kita bersama, dengan pasar hidup kembali akan terasa sou-lnya untuk warga Cilandak ini juga akan hidup,” tambahnya
Optimalisasi area parkir juga menjadi bagian dari rencana penataan. Area tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat, seperti senam pagi dan aktivitas komunitas, dengan tetap memperhatikan fungsi utamanya sebagai area parkir.
Dengan luas kawasan sekitar 3.000 meter persegi, ruang-ruang yang belum termanfaatkan juga akan diinventarisasi. Pengelola pasar diminta mengidentifikasi kios atau ruang yang masih kosong sehingga dapat ditawarkan kepada masyarakat yang membutuhkan tempat usaha.
Legislator NasDem ini mengatakan, dari sisi promosi, pengelolaan pasar juga akan diperkuat melalui kolaborasi dengan pelaku UMKM, influencer, serta Bank DKI. Promosi diharapkan dapat memperkenalkan kembali Pasar Pondok Labu sekaligus membuka peluang bagi pedagang untuk mendapatkan dukungan sebagai merchant binaan.
“Dari segi marketingnya kita akan bantu, kita akan undang para influencer untuk juga membantu mempromosikan kegiatan-kegiatan bersama juga Bank DKI supaya bisa mendapatkan diskon khusus sebagai merchant binaan,” pungkasnya. (FM)