JAKARTA (8 September) – Akses warga lanjut usia (Lansia) terhadap program pemberdayaan dinilai belum merata di seluruh wilayah Jakarta. Jakarta Utara saat ini baru memiliki empat Sekolah Lansia, jauh di bawah Jakarta Timur yang telah memiliki 67 Sekolah Lansia.
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi NasDem, Imamuddin, mempertanyakan ketimpangan tersebut dalam rapat kerja Komisi E DPRD DKI Jakarta bersama Biro Kesejahteraan Sosial (Kesra) dan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) DKI Jakarta.
Imamuddin merujuk pada laporan kinerja yang menunjukkan perbedaan jumlah Sekolah Lansia antarwilayah. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian agar akses warga lanjut usia terhadap program pemberdayaan dapat diperluas secara lebih merata.
“Mengacu pada halaman 14 dan 16 laporan kerja, keberadaan Sekolah Lansia di Jakarta Utara saat ini baru berjumlah empat. Angka ini sangat jauh dibandingkan wilayah lain, salah satunya Jakarta Timur yang sudah memiliki 67 Sekolah Lansia,” ujar Imamuddin, Selasa (8/9/2026).
Ia menilai percepatan pembentukan Sekolah Lansia penting sebagai sarana pemberdayaan warga lanjut usia agar tetap sehat, aktif, mandiri, dan berdaya (SMART).
Menurutnya, perluasan program tersebut juga perlu didukung dengan pemanfaatan anggaran yang tersedia. Ia meminta Suku Dinas (Sudin) PPAPP Jakarta Utara mengoptimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) untuk memperluas cakupan Sekolah Lansia.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengejar target satu kelurahan, satu Sekolah Lansia yang telah dicanangkan pimpinan DPRD DKI Jakarta.
“Bagaimana rencana Sudin PPAPP Jakarta Utara dalam memanfaatkan anggaran perubahan untuk memperluas cakupan Sekolah Lansia guna mendukung target satu kelurahan satu Sekolah Lansia?” tanyanya.
Imamuddin berharap perluasan Sekolah Lansia dapat dilakukan secara terukur dengan memperhatikan kebutuhan masing-masing wilayah. Dengan begitu, program pemberdayaan warga lanjut usia tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu, tetapi dapat diakses lebih luas oleh masyarakat di Jakarta Utara. (II/FM)