JAKARTA (9 Oktober) – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino menerima aspirasi ratusan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai aplikator dalam dialog bertema Mendengar Aspirasi dan Berbagi Bersama Pengemudi Ojek Online di Lobi Gedung Lama DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (9/10).
Wibi mengatakan, pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah masukan terkait persoalan yang dihadapi pengemudi ojol, termasuk hubungan dengan aplikator serta kebutuhan fasilitas penunjang di lapangan.
“Banyak sekali tadi masukan-masukan berharga yang telah kami dapatkan dari teman-teman ojol terkait dengan dinamika dan problematika antara aplikator,” kata Wibi.
Dalam dialog tersebut, DPRD juga menghadirkan perwakilan Komisi V DPR RI Teguh Iswara Suardi, Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum (Kasubdit Gakkum) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Adiel Aristo, Kepala Bidang Perekonomian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta Feirully Irzal, serta Sekretaris Dinas Perhubungan DKI Jakarta Renny Dwi Astuti.
Sejumlah kebutuhan yang disampaikan di antaranya, penyediaan shelter dan fasilitas parkir gratis. Wibi menilai, fasilitas tersebut merupakan kebutuhan dasar yang semestinya dapat diakomodasi oleh Pemprov DKI Jakarta untuk membantu aktivitas para pengemudi.
“Kami tadi mendengarkan juga permasalahan-permasalahan lainnya terutama kebutuhan akan adanya shelter, parkir gratis untuk para pengemudi ojol. Itu sebenarnya adalah hal-hal basic yang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harusnya mampu untuk bisa mengakomodasi,” ujarnya.
Wibi mengatakan, hasil dialog tersebut akan disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung agar berbagai aspirasi dapat ditindaklanjuti menjadi kebijakan yang lebih konkret. Dukungan tersebut, menurutnya, tidak cukup hanya berupa imbauan kepada pengelola pusat perbelanjaan, apartemen, dan rumah sakit.
“Mudah-mudahan dari pertemuan ini, kita akan sampaikan kepada Pak Gubernur, Pak Pramono, agar bisa menjadi suatu kebijakan, tidak hanya sebagai imbauan kepada para pengelola tempat-tempat seperti mall, apartemen, dan juga rumah sakit, sehingga para pengendara ojol ini bisa sangat amat terbantu,” kata Wibi.
Ia menambahkan, perhatian terhadap pengemudi ojol perlu menjadi bagian dari upaya pemerintah membantu masyarakat menghadapi keterbatasan lapangan pekerjaan. Menurutnya, dukungan berupa fasilitas dan insentif dapat membantu meningkatkan kesejahteraan para pengemudi.
“Karena kita pahami, lapangan pekerjaan hari ini sulit dan menjadi pengemudi ojol adalah suatu pilihan alternatif karena pemerintah juga hari ini kesulitan memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakatnya. Kita harus memberikan suatu insentif khusus kepada para pengemudi ojol dan ini adalah suatu win-win yang harusnya dilakukan oleh pemerintah,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang perwakilan ojol yang hadir, Nana, berterima kasih kepada DPRD yang telah membuka luas ruang lingkup para ojol untuk menyampaikan aspirasi.
“Jadi, kami dari ojol berharap, semua aspirasi yang sudah disampaikan, nanti Kak Wibi dan Bapak Aristo selaku Polda, ikut menjembatani aspirasi dan keluh kesah kami sebagai ojek online di jalanan,” harapnya. (FM)