JAKARTA (8 Agustus) — Fraksi NasDem DPRD Jakarta menanggapi pengadaan alat dan mesin senilai Rp72,5 miliar untuk pengembangan Intelligent Transport System (ITS). NasDem mempertanyakan urgensi alokasi anggaran sebesar itu untuk peralatan dan mesin, dan menilai pendekatan ini tidak akan efektif dalam mengatasi kemacetan di Jakarta. Pengendalian kemacetan seharusnya lebih difokuskan pada pengembangan transportasi umum yang efisien.
“Fraksi NasDem mendorong agar anggaran Rp72 miliar dapat digunakan pengembangan transportasi umum yang efisien, sehingga memberikan kepercayaan kepada masyarakat Jakarta untuk meninggalkan penggunaan kendaraan pribadi,” kata Anggota Komisi A DPRD Jakarta, Jupiter saat membacakan pemandangan umum Fraksi NasDem dalam rapat paripurna, Kamis (8/8/2024).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022 yang menunjukkan adanya lebih dari 21,1 juta kendaraan pribadi di Jakarta. Data tersebut mencakup 3,7 juta mobil dan 17,3 juta sepeda motor. Dengan jumlah kendaraan pribadi yang sangat besar, terutama sepeda motor, diperkirakan akan terus menambah kemacetan, termasuk kendaraan dari luar Jakarta yang beroperasi di wilayah Jakarta.
“Terlebih lagi adanya kendaraan pribadi yang berasal dari luar Jakarta beraktivitas di wilayah Jakarta yang akan menimbulkan permasalahan kemacetan yang tidak akan pernah terselesaikan,” ujar Jupiter.
Melihat kondisi ini, Fraksi NasDem mendesak Pemprov Jakarta untuk mengalihkan fokus dari pengadaan peralatan ITS dan lebih mengutamakan pengembangan sistem transportasi umum yang lebih efisien. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, sehingga mengatasi kemacetan yang berkepanjangan.
“Fraksi NasDem meminta kepada Pemprov DKI Jakarta agar lebih fokus kepada pengembangan potensi transportasiumum yang efisien dan manfaatnya dapat di rasakan langsung oleh masyarakat DKI Jakarta,” tutupnya. (FM)