JAKARTA (23 April) – Di tengah tekanan geopolitik dan tantangan ekonomi, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Fraksi NasDem, Nova Harivan Paloh, mendorong BUMD DKI lebih inovatif dalam mengelola aset dan menciptakan sumber pendapatan baru untuk menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah itu dinilai penting untuk mendukung pencapaian target dividen BUMD sebesar Rp800 miliar pada 2026.
Dorongan itu disampaikan Nova saat memimpin rapat kerja Komisi B bersama sejumlah BUMD dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2025. Dalam rapat tersebut, peningkatan target dividen dari Rp700 miliar menjadi Rp800 miliar menjadi fokus utama pembahasan.
Menurut Nova, target tersebut tidak dapat dicapai hanya dengan pola bisnis konvensional, melainkan membutuhkan pendekatan yang lebih kreatif, termasuk melalui skema creative financing dan optimalisasi aset yang dimiliki BUMD.
“Kami berharap ada creative financing untuk menambah pendapatan. Misalnya, mengoptimalkan ruang-ruang yang bisa dikomersialisasikan untuk iklan atau pemanfaatan aset lainnya. Kita harus lebih kreatif agar target dividen Rp800 miliar dapat tercapai,” ujar Nova, Kamis (23/4/2026)
Selain optimalisasi aset, Nova juga menyoroti potensi sektor perbankan daerah, khususnya Bank DKI, untuk memperluas penyaluran kredit bagi pelaku usaha mikro, termasuk nelayan dan pelaku usaha cold storage di kawasan Pelabuhan Muara Angke.
Menurutnya, penguatan akses pembiayaan di sektor mikro tidak hanya mendorong perputaran ekonomi masyarakat, tetapi juga membuka peluang penguatan kontribusi BUMD terhadap pendapatan daerah.
“Kami mendorong Bank DKI untuk memperluas penyaluran Kredit Usaha Mikro. Misalnya di Muara Angke, ada sekitar 2.000 kapal dan pengusaha cold storage yang membutuhkan dukungan modal. Jika ini digarap, perputaran ekonomi di sektor mikro akan semakin kuat,” jelasnya.
Nova juga menekankan pentingnya sinergi antar-BUMD sebagai strategi membangun ekosistem ekonomi internal yang saling memperkuat. Ia mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan PT Jakarta Konsolindo dalam proyek pembangunan daerah serta pemanfaatan layanan perbankan daerah oleh BUMD lainnya.
“Harapan kami, BUMD kita bersama mitra Komisi B terus bersinergi. Artinya, dari kita untuk kita. Contohnya, PAM Jaya mendapatkan kredit dari Bank DKI, atau proyek pembangunan dikerjakan oleh jasa konstruksi. Ini adalah perputaran ekonomi yang sehat. Kita ingin PAD kita salah satunya ditopang kuat oleh dividen BUMD yang optimal,” pungkas Nova. (EP/FM)