JAKARTA (21 Mei) – Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Imamuddin, menyoroti ketersediaan obat di sejumlah puskesmas yang dilaporkan masih mengalami keterbatasan. Ia meminta Dinas Kesehatan DKI Jakarta segera mengambil langkah konkret agar kebutuhan obat masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.
“Saya mendapat laporan masih ada puskesmas yang mengalami kekurangan stok obat. Ini harus segera diatasi agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan layanan kesehatan,” ujar Imamuddin.
Selain itu, Imamuddin juga menyoroti masih tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), Tuberkulosis (TBC), dan stunting yang dinilai menjadi persoalan berulang, khususnya di wilayah padat penduduk seperti Jakarta Utara.
Menurutnya, diperlukan langkah yang lebih cepat dan terukur dalam deteksi dini serta penanganan penyakit-penyakit tersebut.
“Kasus DBD, TBC, dan stunting masih menjadi tantangan besar, terutama di kawasan padat penduduk seperti Jakarta Utara. Perlu strategi yang lebih cepat dan terukur dalam deteksi dini serta penanganannya,” katanya.
Legislator NasDem ini juga menekankan pentingnya memastikan proses pengobatan berjalan hingga tuntas, termasuk melalui penguatan sistem monitoring dan pendampingan bagi pasien, terutama untuk penyakit yang membutuhkan penanganan jangka panjang seperti TBC.
“Saya ingin ada langkah nyata untuk mempercepat deteksi penyakit dan memastikan pasien mendapatkan pengobatan sampai benar-benar selesai. Ini penting agar penanganannya efektif dan angka kasus bisa ditekan,” imbuhnya. (MAP/FM)