JAKARTA (2 Juli) – Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi NasDem, Mohamad Ongen Sangaji, mengungkapkan bahwa harus ada langkah tegas dalam memberantas peredaran narkotika di Jakarta. Menurutnya, keberadaan kampung narkoba yang terus beroperasi meski berulang kali digerebek menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pola penanganan yang selama ini dilakukan.
Hal tersebut disampaikan Ongen saat Komisi A DPRD DKI Jakarta menggelar audiensi bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (1/7/2026). Audiensi tersebut dalam rangka membahas penguatan Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Menurut Ongen, keberadaan kampung narkoba bukan lagi persoalan baru. Namun, hingga kini kawasan-kawasan tersebut masih tetap eksis meskipun telah berulang kali menjadi sasaran operasi aparat penegak hukum.
“Ini bukan rahasia lagi, kampung narkoba seolah sudah menjadi rumah yang aman bagi para pelaku,” jelas Ongen Sangaji.
Ia menilai pemerintah perlu mengambil langkah yang lebih komprehensif untuk memutus mata rantai peredaran narkotika. Selain penindakan hukum, Ongen mengusulkan penataan ulang kawasan yang selama ini dikenal sebagai pusat peredaran narkoba.
“Kalau memang harus dibongkar, ditata ulang, atau direlokasi demi menyelamatkan generasi muda, kita harus berani mengambil langkah itu. Jangan sampai kampung narkoba terus menjadi simbol lemahnya upaya pemberantasan narkotika,” tegasnya.
Selain penindakan, Legislator NasDem ini juga menaruh perhatian terhadap kondisi fasilitas rehabilitasi narkoba di Jakarta yang dinilai sudah tidak memadai dan mengalami kelebihan kapasitas. Ia meminta agar alokasi anggaran, termasuk dana hibah yang tersedia, lebih diprioritaskan untuk memperkuat layanan rehabilitasi sehingga para korban penyalahgunaan narkotika dapat memperoleh penanganan yang lebih layak.
“Tempat rehabilitasi kita sudah tidak layak. Saya meminta agar dana hibah diprioritaskan untuk memperbaiki fasilitas rehabilitasi. Ancaman narkoba adalah ancaman serius bagi masa depan masyarakat Jakarta,” katanya. (II/FM)