JAKARTA (22 Juli) – DPRD DKI Jakarta mendorong pembinaan atlet bola tangan melalui kurikulum pendidikan jasmani dan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Upaya ini dinilai menjadi kunci memperkuat regenerasi atlet sekaligus membidik medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, mengatakan regenerasi atlet menjadi tantangan utama yang harus segera dibenahi agar prestasi bola tangan Jakarta terus berlanjut. Selain memperkuat sistem rekrutmen, menurutnya, diperlukan upaya menjaga atlet-atlet potensial agar tetap membela DKI Jakarta.
“Harapan kita di bawah kepemimpinan dan komando beliau, Jakarta bisa kembali meraih emas di PON 2028. Problem utamanya adalah regenerasi, rekrutmen atlet, serta menjaga atlet kita agar tidak dibajak oleh provinsi lain,” ujar Wibi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, DPRD DKI Jakarta mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Sinergi ini dinilai penting agar proses pencarian dan pembinaan bibit atlet dapat dimulai sejak di bangku sekolah.
Wibi menilai keberadaan bola tangan dalam kurikulum pendidikan jasmani maupun kegiatan ekstrakurikuler menjadi peluang besar untuk memperluas pembinaan sekaligus meningkatkan popularitas olahraga tersebut di kalangan generasi muda.
“Karena bola tangan sudah masuk dalam kurikulum ajaran olahraga dan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah, ini sangat amat membantu memudahkan rekrutmen bibit-bibit unggul. Harapannya olahraga ini bisa makin dikenal, disosialisasikan, dan makin populer di kalangan anak muda Jakarta,” pungkasnya.
Menurut Wibi, pembinaan yang terstruktur sejak usia sekolah akan menjadi fondasi penting bagi lahirnya atlet-atlet berkualitas yang mampu mengembalikan dominasi Jakarta di cabang olahraga bola tangan pada ajang nasional, termasuk meraih medali emas pada PON 2028. (MAP/FM).