JAKARTA (21 Juli) – Percepatan pembangunan sambungan air perpipaan ke rumah-rumah warga dinilai menjadi langkah penting untuk mengoptimalkan layanan air bersih di Jakarta. Seiring meningkatnya kapasitas produksi air bersih, distribusi hingga ke pelanggan harus terus dipercepat agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara maksimal.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh usai meninjau sejumlah fasilitas milik PAM Jaya. Peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut rapat kerja Komisi B DPRD DKI Jakarta bersama PAM Jaya untuk melihat secara langsung upaya penanganan dan penurunan angka Non-Revenue Water (NRW) atau air tak berekening.
Nova mengatakan, dari hasil peninjauan tersebut Komisi B memperoleh pemahaman bahwa NRW tidak hanya disebabkan oleh kebocoran pipa sebagaimana yang selama ini banyak dipahami masyarakat.
“Rupanya ada tiga kategori NRW, yang selama ini kita tahu kan cuma pipa bocor saja,” ujar Nova, Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan, NRW terdiri atas konsumsi resmi yang tidak berekening, kehilangan komersial, dan kehilangan fisik. Menurutnya, pemahaman terhadap ketiga kategori tersebut menjadi dasar penting dalam menyusun langkah penanganan yang lebih menyeluruh.
Karena itu, Nova mendorong PAM Jaya tidak hanya berfokus pada perbaikan kebocoran jaringan, tetapi juga menyusun strategi komprehensif untuk menekan angka kehilangan air. Terlebih, peremajaan jaringan perpipaan sepanjang sekitar 13.000 kilometer membutuhkan anggaran yang sangat besar sehingga diperlukan skema pembiayaan yang tepat.
Dalam kesempatan itu, Nova mengapresiasi langkah PAM Jaya yang tengah mempersiapkan market sounding untuk mencari skema terbaik dalam penanganan jaringan perpipaan sekaligus menurunkan angka NRW. Menurutnya, upaya tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas layanan air bersih di Jakarta.
Selain itu, ia menekankan pentingnya percepatan pembangunan sambungan air perpipaan ke rumah-rumah warga, terutama di wilayah yang hingga kini belum terlayani secara optimal.
“Sambungan ke rumahnya harus terus diimplementasikan, dijalankan,” tegasnya.
Nova menambahkan, ketersediaan air di reservoir saat ini harus diikuti dengan percepatan pembangunan sambungan rumah agar air yang telah diproduksi dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
“Jangan sampai air standby terus nih, standby di pipa,” pungkas Nova. (*/FM)