Timbunan Sampah Capai 60 Ribu Ton, Pansus DPRD DKI Dorong Solusi TPS Nonresmi

You are currently viewing Timbunan Sampah Capai 60 Ribu Ton, Pansus DPRD DKI Dorong Solusi TPS Nonresmi

JAKARTA (2 September) – Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta meninjau langsung lokasi penumpukan sampah di TPS Nagrak, Jalan Reformasi, Cilincing, Jakarta Utara. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus mencari solusi atas persoalan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) nonresmi yang masih tersebar di sejumlah wilayah Jakarta.

Anggota Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta dari Fraksi NasDem, Raden Gusti Arief Yulifard, mengatakan persoalan di Nagrak menunjukkan bahwa penanganan sampah di Jakarta membutuhkan langkah yang lebih menyeluruh. Di lokasi tersebut, timbunan sampah diperkirakan mencapai sekitar 60 ribu ton dengan ketinggian hampir 15 meter dan menempati area sekitar 5 hektare.

“Ini menjadi problem bagaimana kita mencari solusi bersama terkait lahan yang ada hari ini. Karena kalau kita berbicara lahan, masih tersangkut sengketa. Tapi di balik itu semua, kita ingin DPRD DKI Jakarta mencari solusi terbaik,” ujar Gusti Arief, Rabu (2/9/2026).

Menurut Gusti, penanganan persoalan tersebut tidak cukup hanya dengan memindahkan atau membersihkan timbunan sampah. Keberadaan pemulung yang selama ini beraktivitas di kawasan tersebut juga perlu menjadi bagian dari solusi karena aktivitas mereka memiliki nilai ekonomi.

“Di sini ada para pemulung yang juga memiliki kebermanfaatan ekonomi. Jadi kita mencari terobosan, baik dari suku dinas, pemerintah kota maupun pemerintah provinsi, bagaimana penanganannya ke depan,” katanya.

Gusti menilai penyelesaian persoalan sampah harus tetap mempertimbangkan aspek lingkungan, kesehatan dan keberlangsungan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi. Karena itu, Pansus DPRD DKI Jakarta mendorong adanya koordinasi lintas instansi untuk menentukan langkah yang dapat menyelesaikan persoalan secara konkret.

Ia juga menekankan pentingnya melihat persoalan TPS nonresmi secara lebih luas. Menurutnya, masih terdapat sejumlah lokasi di Jakarta yang digunakan sebagai tempat penampungan sampah tanpa sistem pengelolaan yang memadai sehingga membutuhkan penanganan dan solusi yang terintegrasi.

“Kita tidak ingin ada saling menyalahkan. Apa yang sudah terjadi harus kita cari titik permasalahannya di mana, kemudian kita cari solusi yang terbaik,” ujar Gusti.

Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta berharap peninjauan langsung ke lokasi dapat menjadi dasar untuk merumuskan langkah penanganan yang lebih cepat dan tepat, sekaligus memastikan persoalan sampah tidak kembali menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun kesehatan warga.

“Kita berharap ini bisa selesai dalam waktu singkat dan kenyamanan lingkungan tetap terjaga, sementara kesehatan warga juga terjamin,” tuturnya. (FM)

Leave a Reply