JAKARTA (8 September) – Pembangunan infrastruktur dasar dinilai masih menjadi kebutuhan utama masyarakat Kepulauan Seribu. Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi NasDem, Mohamad Ongen Sangaji, meminta pemerintah memprioritaskan pembenahan jalan utama dan jalan MHT sebelum membangun fasilitas lain yang belum mendesak.
Menurutnya, pembangunan di Kepulauan Seribu perlu disusun berdasarkan kebutuhan yang paling dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kedepan ini, Kabupaten Pulau Seribu ini saya harapkan pembangunan-pembangunan infrastrukturnya tolong dibatasi, Pak. Kita lebih konsen kepada wilayah jalan-jalan utama dan jalan-jalan MHT,” ujar Ongen Sangaji dalam rapat kerja Komisi A DPRD DKI Jakarta bersama jajaran eksekutif, Selasa (8/9/2026).
Ongen mengatakan kondisi jalan menjadi salah satu persoalan yang banyak dikeluhkan warga. Perbaikan jalan utama dan jalan MHT dinilai penting karena berkaitan langsung dengan mobilitas dan aktivitas sehari-hari masyarakat di Kepulauan Seribu.
“Karena kalau Pulau Seribu ini kita tidak benahi jalan utama dan jalan infrastruktur, rasanya siapapun yang menjadi pejabat Bupati Pulau Seribu ini tidak akan berhasil,” tegasnya.
Ia menilai kebutuhan tersebut semestinya dapat lebih mudah dipetakan karena wilayah administratif Kepulauan Seribu terdiri atas dua kecamatan dan enam kelurahan.
“Warga di sana sudah banyak mengeluh, jalan-jalan sudah rusak, jalan utama, jalan MHT sudah rusak. Padahal kita cuma punya dua kecamatan, enam kelurahan,” katanya.
Karena itu, Ongen meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyusun skala prioritas pembangunan dengan mengutamakan kebutuhan dasar warga.
“Menurut saya, sampaikan kepada bupati untuk lebih konsen kepada bangunan jalan dulu. Jangan kita bangun-bangun apa yang lain-lain yang menurut saya tidak terlalu penting. Warga butuh sekali untuk itu,” ujarnya.
Selain jalan, persoalan ketersediaan air bersih juga menjadi perhatian legislator NasDem tersebut. Ia meminta Pemprov DKI memastikan kebutuhan air bersih masyarakat di pulau-pulau permukiman tetap terpenuhi, terutama ketika kondisi cuaca dan gelombang dapat memengaruhi distribusi air.
“Kemudian air bersih juga Pak, ini menjadi perhatian. Apalagi situasi hari ini panas, mungkin di sana juga lagi musim ombak, tolong menjadi perhatian, karena warga susah dengan air,” kata Ongen.
Menurut Ongen, pembangunan infrastruktur dasar harus menjadi fondasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kepulauan Seribu. Perbaikan jalan dan kepastian akses air bersih, kata dia, akan memberikan manfaat yang lebih langsung bagi kehidupan masyarakat.
Ia berharap Pemkab Kepulauan Seribu bersama Pemprov DKI Jakarta segera menindaklanjuti kebutuhan tersebut melalui pemetaan kondisi jalan dan ketersediaan air bersih di masing-masing wilayah. Dengan begitu, pembangunan dapat diarahkan pada persoalan yang paling membutuhkan penanganan dan dirasakan langsung oleh warga. (MAP/FM)