JAKARTA (16 April) – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, menyampaikan keprihatinan mendalam dan kecaman keras terkait maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pendidikan.
Wibi menegaskan bahwa mencuatnya kasus-kasus baru di ruang akademik merupakan alarm serius. Menurutnya, terjadinya kekerasan seksual di institusi pendidikan adalah sebuah paradoks besar, mengingat sekolah dan kampus seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjunjung tinggi nilai hukum, etika, dan moralitas.
”Ini bukan hanya soal satu kasus. Ini soal masa depan generasi kita. Jika ruang pendidikan saja tidak aman, maka kita sedang gagal melindungi masa depan bangsa. Tidak boleh ada pembiaran sedikit pun,” tegas Wibi di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Berdasarkan data nasional, sepanjang tahun 2025 tercatat lebih dari 24 ribu kasus kekerasan seksual dilaporkan. Wibi menilai angka ini menunjukkan bahwa persoalan tersebut bersifat sistemik dan belum tertangani secara optimal.
Senada dengan catatan Komnas Perempuan, Wibi juga menyoroti fenomena “gunung es” di dunia pendidikan, di mana banyak korban memilih bungkam akibat kuatnya relasi kuasa dan tekanan sosial di lingkungan sekitar.
Guna memutus rantai kekerasan tersebut, legislator NasDem menekankan zero tolerance terhadap Pelaku. Menurutnya tidak ada ruang kompromi bagi pelaku. Proses hukum harus dilakukan secara tegas mengacu pada UU No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).
“Selain itu juga harus dilakukan prioritas perlindungan korban, negara dan institusi pendidikan wajib menjamin keamanan, kerahasiaan identitas, serta pendampingan pemulihan psikologis bagi korban,” kata Wibi yang juga Ketua DPW Partai DKI Jakarta.
Wibi meminta, Penguatan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) di tiap sekolah dan kampus, serta penyediaan mekanisme pelaporan yang aman.
Kemudian, transformasi budaya (Culture Shift), menghapus segala bentuk normalisasi terhadap candaan atau perilaku yang merendahkan martabat manusia, khususnya perempuan, di lingkungan akademik.
Wibi menegaskan, DPRD DKI Jakarta berkomitmen mendorong kolaborasi lintas sektor guna memastikan Jakarta menjadi kota yang aman dan inklusif bagi seluruh pelajar dan mahasiswa.
“DPRD DKI Jakarta siap mendorong sinergi lintas sektor untuk memastikan Jakarta menjadi kota yang aman bagi pelajar dan mahasiswa,” tegasnya. (FM)