JAKARTA (6 Juni) – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino menegaskan bahwa cita-cita Jakarta untuk masuk jajaran 20 kota global dunia hanya dapat terwujud melalui kolaborasi yang kuat dengan daerah penyangga maupun kota-kota lain di Indonesia.
Hal itu disampaikan Wibi usai menjadi narasumber dalam Urban Talks bertajuk “Menavigasi Masa Depan Kota Bersama” yang merupakan bagian dari rangkaian Jakarta Future Festival di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Menurut Wibi, berbagai persoalan perkotaan yang dihadapi Jakarta saat ini memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi dan tidak dapat diselesaikan secara parsial. Karena itu, diperlukan sinergi lintas wilayah untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan.
“Jakarta tidak bisa mengerjakan semuanya sendirian. Untuk menjadi kota global, kita membutuhkan kolaborasi yang erat dengan daerah-daerah lain, terutama kota-kota penyangga yang selama ini memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas Jakarta,” ujar Wibi.
Ia mencontohkan persoalan kemacetan yang hingga kini masih menjadi tantangan utama Jakarta. Menurutnya, penyelesaian masalah transportasi tidak akan optimal tanpa dukungan dan koordinasi dengan wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi yang setiap hari terhubung dengan mobilitas masyarakat Jakarta.
Selain transportasi, Wibi juga menyoroti pentingnya kerja sama antarwilayah dalam memperkuat ketahanan pangan. Sebagai kota metropolitan dengan jumlah penduduk yang besar, Jakarta sangat bergantung pada pasokan dari berbagai daerah di Indonesia.
Karena itu, ia menilai Jakarta perlu memperkuat perannya sebagai pusat kolaborasi yang mampu menghubungkan berbagai potensi daerah untuk mendukung pembangunan nasional.
“Jakarta Future Festival membuka ruang kolaborasi yang luas. Jakarta harus menjadi kolaborator hub yang mampu mempertemukan berbagai gagasan, inovasi, dan potensi dari daerah-daerah lain,” katanya.
Wibi juga berharap pembangunan nasional ke depan tidak lagi terpusat di Jakarta. Menurutnya, banyak kota di Indonesia yang memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi pusat ekonomi dan pembangunan baru.
Ia mencontohkan sejumlah kota di negara lain yang mampu berkembang pesat meski bukan ibu kota negara. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemerataan pembangunan merupakan kunci untuk memperkuat daya saing nasional.
“Ke depan, kita ingin melihat lebih banyak kota di Indonesia tumbuh dan berkembang. Setiap daerah memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi motor penggerak pembangunan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wibi turut mengapresiasi sejumlah kepala daerah yang dinilainya berhasil membangun wilayahnya di tengah berbagai keterbatasan. Menurutnya, pengalaman daerah-daerah tersebut dapat menjadi pelajaran berharga bagi Jakarta dalam meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan publik.
“Saya melihat banyak daerah yang terus berbenah dengan segala keterbatasannya, mulai dari penguatan sumber daya manusia hingga pembangunan kotanya. Ini menjadi lesson learned bagi Jakarta untuk terus berkembang dan menjadi kota yang semakin maju,” pungkas Wibi. (*/FM)