Jupiter Minta Pengelolaan Sampah Berbasis Warga Diperluas ke Wilayah Lain

You are currently viewing Jupiter Minta Pengelolaan Sampah Berbasis Warga Diperluas ke Wilayah Lain

JAKARTA (11 Juni) – Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Jupiter mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperluas penerapan pengelolaan sampah berbasis masyarakat seperti yang telah berjalan di RW 07, Kelurahan Joglo, Kembangan, Jakarta Barat. Menurutnya, model tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi persoalan sampah yang masih dihadapi Jakarta.

Jupiter menilai warga RW 07 Joglo telah menunjukkan praktik pengelolaan sampah yang baik melalui sistem pemilahan sampah, pengolahan sampah organik, pengelolaan sampah daur ulang, hingga produksi kompos yang dilakukan secara swadaya.

“RW 07 Kelurahan Joglo ini layak diapresiasi sebagai percontohan,” ujar Jupiter, usai mendampingi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau lokasi RW Percontohan Pilah dan Olah Sampah di RW 07 Joglo, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan secara efektif apabila didukung partisipasi aktif masyarakat. Karena itu, pola serupa perlu dikembangkan di wilayah lain agar beban pengelolaan sampah Jakarta dapat berkurang secara bertahap. Jupiter mengungkapkan persoalan sampah masih menjadi salah satu keluhan yang sering disampaikan warga kepada anggota DPRD saat kegiatan reses. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah masih menjadi tantangan yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tidak seluruh wilayah memiliki kemampuan yang sama dalam menyediakan sarana dan prasarana pengelolaan sampah secara mandiri. Karena itu, dukungan pemerintah menjadi faktor penting untuk memastikan program serupa dapat diterapkan secara lebih luas. Menurut Jupiter, perhatian khusus perlu diberikan kepada kawasan dengan kondisi sosial ekonomi yang terbatas. Sebab, wilayah tersebut juga berkontribusi terhadap timbulan sampah perkotaan namun sering menghadapi keterbatasan fasilitas dan pendampingan.

“Pemerintah harus hadir untuk membantu wilayah-wilayah yang belum memiliki sarana memadai agar pengelolaan sampah berbasis masyarakat bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Ia berharap Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dapat menjadikan keberhasilan RW 07 Joglo sebagai referensi dalam memperluas program pengelolaan sampah berbasis warga di berbagai wilayah Jakarta. Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat, upaya pengurangan sampah dari sumbernya diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. (*/FM)

Leave a Reply