Komisi B Minta Transjakarta Kaji Ulang Wacana Kenaikan Tarif

You are currently viewing Komisi B Minta Transjakarta Kaji Ulang Wacana Kenaikan Tarif

JAKARTA (11 Juni) – Komisi B DPRD DKI Jakarta meminta PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengkaji ulang wacana penyesuaian tarif layanan menjadi Rp10.000 hingga Rp15.000. Rencana kenaikan tersebut dinilai harus mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat dan tidak membebani pengguna transportasi umum.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh mengatakan pihaknya akan memanggil manajemen Transjakarta dalam rapat kerja untuk meminta penjelasan mengenai dasar kajian yang melatarbelakangi usulan kenaikan tarif tersebut.

“Dasar kenaikannya itu kajiannya seperti apa?,” kata Nova di Gedung DPRD DKI Jakarta.

Menurut Nova, besaran tarif yang diwacanakan terlalu tinggi dan berpotensi menimbulkan gejolak di tengah masyarakat. Meski demikian, ia memahami beban fiskal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memberikan subsidi layanan Transjakarta melalui skema Public Service Obligation (PSO). Ia menyebutkan nilai subsidi Transjakarta pada tahun-tahun sebelumnya mencapai Rp4,2 triliun, sedangkan pada 2026 dialokasikan sekitar Rp3,8 triliun.

Nova mengakui tarif Transjakarta sebesar Rp3.500 memang belum pernah mengalami penyesuaian sejak 2005. Namun, jika pemerintah memutuskan menaikkan tarif, besarannya harus tetap berada dalam batas yang wajar bagi masyarakat.

“Kalau pun nanti ada kenaikan, itu harus yang benar-benar sewajarnya pada masyarakat,” tuturnya.

Menurut Nova, tarif sekitar Rp5.000 masih lebih rasional dibandingkan wacana Rp10.000 hingga Rp15.000. Kenaikan tersebut juga harus diikuti peningkatan kualitas layanan, baik dari sisi kenyamanan, fleksibilitas perjalanan, maupun keandalan operasional.

“Jadi ini salah satu strategi Transjakarta untuk menarik minat masyarakat tetap menggunakan transportasi umum,” katanya.

Ia juga menegaskan Program Kartu Layanan Gratis (KLG) bagi 15 kelompok masyarakat rentan harus tetap dipertahankan sebagai bagian dari perlindungan sosial.

Selain itu, setiap penyesuaian tarif harus dibarengi peningkatan aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang, termasuk meminimalkan potensi insiden operasional.

“Feeder to work-nya. Jangan ada lagi misalnya ada insiden-insiden. Kita harus memberikan kenyamanan juga buat penumpang,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Transjakarta Welfizon Yuza mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti berbagai masukan terkait wacana penyesuaian tarif. Menurut dia, keputusan yang diambil nantinya akan mempertimbangkan kemampuan bayar (ability to pay) dan kesediaan bayar (willingness to pay) masyarakat.

“Kami mengapresiasi dan berterima kasih ke Komisi B yang sudah memberikan feedback, masukan, dan insight,” kata Welfizon.

Ia menambahkan, Transjakarta akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk menyerap aspirasi masyarakat sebelum mengambil keputusan mengenai penyesuaian tarif.

“Kami mendapatkan banyak masukan yang nanti akan kami ramu, kami akan diskusikan, yang kita akan juga lakukan tindak lanjut FGD untuk mendengarkan dan juga mendapatkan masukan dari masyarakat,” pungkasnya (*/FM)

Leave a Reply