JAKARTA (21 Juli) – Program bantuan penebusan ijazah dinilai perlu diberikan secara penuh kepada masyarakat yang memenuhi kriteria agar benar-benar menyelesaikan persoalan biaya yang menjadi kendala dalam pengambilan ijazah. Bantuan yang hanya menutupi sebagian biaya dikhawatirkan masih menyisakan beban bagi keluarga penerima manfaat.
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai NasDem, Fatimah Tania Nadira Alatas, mendorong Baznas/Bazis DKI Jakarta mengoptimalkan program bantuan penebusan ijazah agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih maksimal oleh masyarakat.
Tania mengatakan, program bantuan penebusan ijazah yang selama ini dijalankan Baznas atau Bazis DKI Jakarta telah memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun, ia masih menemukan kendala ketika bantuan yang diberikan hanya menutupi sebagian biaya penebusan ijazah.
“Tujuan utama program ini adalah membantu masyarakat agar dapat memperoleh ijazah mereka. Jika bantuan hanya menutupi sebagian biaya, maka orang tua tetap harus mencari kekurangan dana untuk pelunasan. Saya berharap ke depan bantuan ini bisa diberikan secara penuh sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan dan mampu membuka akses masyarakat untuk melanjutkan pendidikan maupun mendapatkan pekerjaan yang lebih baik,” ujar Tania, Selasa (21/7//2026).
Menurutnya, kepemilikan ijazah menjadi salah satu faktor penting untuk melanjutkan pendidikan maupun mengakses kesempatan kerja. Karena itu, bantuan penebusan ijazah perlu dirancang agar benar-benar menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat, bukan sekadar mengurangi sebagian beban biaya.
Tania berharap dukungan anggaran yang tersedia dapat dioptimalkan untuk memperluas manfaat program tersebut, khususnya bagi masyarakat yang memenuhi kriteria penerima bantuan. (MAP/FM)