JAKARTA (27 Juli) – Persoalan sampah masih menjadi tantangan besar bagi Jakarta. Tingginya volume sampah yang dihasilkan setiap hari, ditambah keterbatasan kapasitas pengolahan, membuat upaya pengurangan sampah sejak dari sumber dinilai menjadi langkah yang tidak bisa lagi ditunda.
Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai NasDem, Gias Kumari Putra, mengatakan perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah dari rumah menjadi kunci untuk mengurangi beban pengelolaan sampah di ibu kota. Menurutnya, penanganan sampah tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas pengolahan, tetapi juga harus dimulai dari partisipasi masyarakat.
“Pemerintah sudah mendorong pemilahan sampah dari sumbernya Instruksi Gubernur (Ingub) No. 5 Tahun 2026 tentang pemilahan dan pengelolaan sampah dari sumbernya. Program ini bisa sangat butuh dukungan semua pihak,” ujar Gias di Jakarta, Senin (27/7/2026).
Menurut Gias, keberadaan bank sampah di tingkat lingkungan harus terus diperkuat agar proses pemanfaatan sampah dapat berjalan lebih optimal. Selain membantu mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, bank sampah juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
“Kalau masyarakat sudah memilah sampah dari rumah, bank sampah di tingkat RW bisa berjalan lebih optimal. Sampah plastik bisa dikelola dan memiliki nilai ekonomi, sementara sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos maupun produk lainnya,” katanya.
Meski demikian, Gias mengakui membangun kebiasaan memilah sampah tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan agar masyarakat terbiasa mengelola sampah sejak dari rumah.
“Ini bukan sesuatu yang mudah dilakukan dengan cepat. Karena itu, sosialisasi harus terus dilakukan agar masyarakat terbiasa memilah dan memanfaatkan sampah mulai dari rumah,” tegasnya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat mempercepat terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan, sekaligus mengurangi volume sampah yang selama ini masih bergantung pada tempat pembuangan akhir. (FM)