JAKARTA (29 Juli) – Menjelang usia ke-500 pada 2027, Jakarta dinilai perlu menghadirkan lebih banyak agenda bertaraf internasional untuk memperkuat posisinya sebagai kota global. Selain menjadi daya tarik wisata, ajang berskala dunia juga diharapkan mampu menggerakkan sektor ekonomi kreatif, memperluas promosi budaya, serta meningkatkan daya saing Jakarta di tingkat internasional.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Jupiter, mengusulkan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) menghadirkan Jakarta International Gastronomy Festival sebagai agenda tahunan yang masuk dalam Calendar of Event menuju perayaan lima abad Jakarta.
Menurut Jupiter, Jakarta memiliki kekayaan kuliner yang mencerminkan keberagaman budaya, mulai dari kuliner Betawi, Nusantara, hingga hidangan internasional. Potensi tersebut, menurutnya, layak dipromosikan melalui festival gastronomi bertaraf dunia sebagaimana telah sukses diselenggarakan di berbagai kota seperti London, Melbourne, Paris, Singapura, hingga sejumlah kota di Jepang.
“Jakarta memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa, mulai dari kuliner Betawi, Nusantara, hingga internasional. Festival gastronomi bukan sekadar ajang promosi makanan, melainkan sarana memperkenalkan budaya, sejarah, dan identitas Jakarta yang sudah berusia lima abad,” kata Jupiter saat rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) serta Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) bersama jajaran eksekutif di Komisi B DPRD DKI Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Ia menambahkan, festival ini idealnya menghadirkan koki kelas dunia, pakar kuliner, dan akademisi internasional untuk melakukan knowledge transfer (alih pengetahuan) kepada para chef lokal, pelaku UMKM, siswa sekolah kejuruan, hingga industri perhotelan dan restoran di Jakarta.
Selain itu, Jupiter juga mendorong lahirnya gelaran Jakarta Design International. Acara ini dirancang sebagai wadah kolaborasi yang mempertemukan para desainer, arsitek, seniman, pelaku industri kreatif, akademisi, hingga investor global. Ia mencontohkan kesuksesan konsep Design Connect yang berjalan di berbagai negara maju seperti Italia, Finlandia, Inggris, hingga event NYCxDESIGN di New York, Amerika Serikat.
“Langkah ini penting untuk memperkuat citra Jakarta sebagai kota kreatif yang terbuka terhadap kolaborasi internasional. Kegiatan seperti ini menjadi ruang unjuk gigi untuk desain, arsitektur, fashion, hingga inovasi teknologi anak bangsa,” tegasnya.
Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD DKI menilai, terobosan di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif amat krusial di tengah tantangan ekonomi nasional dan fluktuasi kepercayaan investasi asing. Ia berharap kedua usulan agenda internasional tersebut dapat masuk ke dalam Calendar of Event menyambut 500 tahun Jakarta pada tahun 2027 mendatang, serta dipromosikan secara masif melalui jaringan diplomatik, asosiasi pariwisata, maskapai penerbangan, dan platform digital global.
“Harapan saya, event-event internasional ini memberikan dampak nyata pada peningkatkan kunjungan wisatawan, menggerakkan UMKM, meningkatkan okupansi hotel, hingga mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta,” pungkas Jupiter. (EP/FM)