JAKARTA (9 Desember) – Pengembangan Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, tidak hanya menyangkut pembenahan fisik pasar, tetapi juga kesiapan pedagang menghadapi perubahan perilaku konsumen. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino mendorong pedagang mulai beradaptasi dengan transaksi dan pemasaran digital agar mampu menjangkau konsumen yang kini terbiasa mencari informasi dan membandingkan harga melalui platform daring.
Hal itu disampaikan Wibi usai menggelar audiensi terkait Pengembangan Potensi Pasar Pondok Labu bersama Perumda Pasar Jaya, Bank Jakarta, Dinas PPKUKM, Camat Cilandak, dan Lurah Pondok Labu.
Menurut Wibi, digitalisasi menjadi salah satu bagian penting dalam upaya mengembangkan kembali aktivitas perdagangan di Pasar Pondok Labu. Pedagang perlu dibekali kemampuan menggunakan kanal digital agar dapat mengikuti pola belanja masyarakat yang terus berubah.
“Sebenarnya ingin para pedagang ini melek digital dulu,” tegas Wibi, Rabu (9/9/2026).
Ia menjelaskan, kemampuan pedagang beradaptasi dengan transaksi digital nantinya dapat membuka akses terhadap berbagai program pendukung. Mulai dari pelatihan digital, akses pembiayaan, hingga pengembangan usaha.
Di sisi lain, pengembangan pasar juga perlu didukung pembenahan sarana dan prasarana. Salah satunya penataan area parkir untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung. Wibi menyebut usulan penyediaan fasilitas parkir gratis saat ini masih dipertimbangkan oleh Perumda Pasar Jaya.
“Itu sedang dipertimbangkan oleh Pasar Jaya,” ujar Wibi.
Wibi juga menilai Pasar Pondok Labu perlu kembali menjadi ruang aktivitas masyarakat. Karena itu, kegiatan-kegiatan yang berlangsung di tingkat kecamatan maupun kelurahan diharapkan dapat diarahkan untuk memanfaatkan kawasan pasar.
Menurutnya, semakin banyak aktivitas masyarakat yang berlangsung di pasar, semakin besar pula peluang terciptanya keramaian yang dapat berdampak pada aktivitas perdagangan.
“Sehingga menjadi crowd di pasar dan mungkin di situ ada yang belanja, itu juga akan dilakukan,” ucapnya.
Selain itu, Wibi menyambut baik rencana kembalinya Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Pangan Murah ke pasar. Menurutnya, program tersebut dapat menjadi salah satu daya tarik untuk meningkatkan kunjungan masyarakat sekaligus menggerakkan transaksi pedagang.
“Paling baik, kabarnya adalah KJP Pangan Murah akan kembali ke pasar,” kata Wibi.
Pengembangan Pasar Pondok Labu juga akan diikuti dengan sejumlah stimulus bagi pengunjung dan pedagang melalui Bank Jakarta. Program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi konsumen sekaligus meningkatkan transaksi dan kesejahteraan pedagang. (*/FM)