JAKARTA (10 September) – Realisasi program Special Olympics Indonesia (SOIna) di DKI Jakarta hingga pembahasan bersama DPRD disebut baru mencapai sekitar 46 persen. Kondisi tersebut membuat Komisi E DPRD DKI Jakarta meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menjelaskan program yang belum terealisasi serta kendala yang menghambat pelaksanaannya.
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Raden Gusti Arief Yulifard, mengatakan realisasi yang masih berada di bawah 50 persen perlu menjadi perhatian Dispora. Ia meminta setiap program yang telah direncanakan dapat dipetakan secara jelas, termasuk kegiatan yang belum terlaksana dan penyebab belum terserapnya anggaran.
“Saya ingin tahu, mungkin ada catatannya dari SOIna sendiri. Apa yang belum terserap, programnya atau seperti apa? Karena masih di bawah 50 persen realisasinya,” ujar Gusti Arief dalam pembahasan bersama Dispora DKI Jakarta.
Menurut Gusti, penyerapan anggaran perlu dilihat bersamaan dengan pelaksanaan program. Program yang telah direncanakan dan mendapatkan alokasi anggaran perlu dipastikan berjalan sesuai target agar manfaatnya dapat diterima masyarakat, termasuk atlet dan peserta yang terlibat dalam kegiatan SOIna.
Karena itu, ia meminta Dispora memberikan penjelasan mengenai program yang belum terealisasi, kendala pelaksanaan, serta langkah yang akan dilakukan untuk meningkatkan realisasi hingga akhir tahun anggaran.
Gusti juga mengingatkan Dispora untuk menjaga konsistensi terhadap program dan pengadaan yang sebelumnya telah disepakati dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).
“Untuk pengadaan-pengadaan, saya minta tolong untuk tetap apa yang sudah disepakatkan di KUA-PPAS. Jadi mungkin tidak ada perubahan,” katanya.
Menurut Gusti, konsistensi terhadap kesepakatan KUA-PPAS diperlukan agar pelaksanaan program dan pengadaan tetap berjalan sesuai perencanaan yang telah dibahas bersama. Perubahan terhadap program yang sudah disepakati, lanjutnya, perlu disertai alasan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam pembahasan tersebut, Gusti juga menyampaikan dukungan terhadap pengembangan marching band di DKI Jakarta. Ia menilai kegiatan tersebut memiliki potensi untuk mengangkat nama Jakarta dan Indonesia melalui kompetisi di tingkat nasional maupun internasional.
Ia berharap dukungan pemerintah terhadap pengembangan marching band tidak berhenti pada aspek pendanaan dan penyelenggaraan kegiatan, tetapi juga diikuti persiapan yang matang dari sisi kualitas penampilan dan kemampuan bersaing.
“Kita mendukung. Jadi saya minta tolong untuk benar-benar harus bisa membanggakan nama Wakil Gubernur,” ujarnya.
Gusti berharap program kepemudaan dan olahraga yang mendapat dukungan anggaran pemerintah dapat dilaksanakan secara optimal dan memberikan hasil yang terukur, baik dalam bentuk pelayanan kepada masyarakat maupun prestasi yang dapat membawa nama Jakarta dan Indonesia. (MAP/FM)