JAKARTA (12 Agustus) – Sebanyak 74 anak penyandang disabilitas di kawasan Duri Kosambi dilaporkan terkendala berangkat sekolah akibat persoalan biaya transportasi. Kondisi tersebut mendapat perhatian DPRD DKI Jakarta karena keterbatasan akses transportasi tidak semestinya menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan.
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai NasDem, Mohammad Ongen Sangaji, meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghadirkan kebijakan khusus bagi anak penyandang disabilitas dari keluarga kurang mampu, termasuk melalui penyediaan akses transportasi gratis.
Ongen mengatakan persoalan tersebut ia temukan pada hari pertama masuk sekolah. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan anak-anak penyandang disabilitas memiliki akses transportasi yang aman dan terjangkau agar dapat mengikuti kegiatan belajar secara optimal.
“Harus ada kebijakan khusus. Anak-anak yang tidak mampu dan disabilitas ini diharapkan bisa punya kartu JakLingko atau TransJakarta gratis agar mereka bisa berangkat sekolah dengan baik. Mudah-mudahan ini disetujui oleh Pak Gubernur,” tegas Ongen, Rabu (12/8/2026).
Ia meminta Asisten Pemerintahan (Aspem) dan Wali Kota Jakarta Timur segera berkoordinasi untuk mencari solusi atas persoalan tersebut. Menurutnya, kebijakan transportasi gratis dapat menjadi bentuk intervensi pemerintah untuk memastikan kelompok masyarakat yang membutuhkan tidak kehilangan hak atas pendidikan hanya karena kendala biaya perjalanan.
Ongen menilai akses pendidikan harus dibangun secara inklusif, termasuk dengan memperhatikan kebutuhan transportasi bagi anak penyandang disabilitas. Ia berharap usulan tersebut dapat segera dikaji dan diterapkan sehingga tidak ada lagi anak yang terpaksa kesulitan berangkat sekolah akibat keterbatasan biaya transportasi.
“Pendidikan adalah hak semua anak. Jangan sampai persoalan transportasi membuat anak-anak kita tidak bisa menikmati hak tersebut,” ujarnya. (MAP/FM)